Israel Tolak Proposal Gencatan Senjata Hamas, Netanyahu: Tidak Ada Solusi Lain

Redaksi - Kamis, 08 Februari 2024 07:34 WIB

GAZA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak tawaran terbaru yang diajukan oleh kelompok militan Palestina, Hamas, terkait gencatan senjata dan pemulangan sandera yang ditahan di Jalur Gaza. Meskipun demikian, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, mengungkapkan bahwa masih terdapat ruang untuk bernegosiasi guna mencapai sebuah kesepakatan.

Hamas mengusulkan gencatan senjata di mana semua sandera akan dibebaskan dan Israel akan menarik mundur pasukannya dari Gaza hingga tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang. Tanggapan terhadap proposal tersebut, yang sebelumnya diajukan oleh kepala mata-mata AS dan Israel, disampaikan kepada Hamas minggu lalu oleh mediator dari Qatar dan Mesir.

Dalam menyikapi posisi Hamas yang dianggapnya sebagai “delusi,” Netanyahu kembali memperbarui janji untuk menghancurkan gerakan Islam tersebut, dengan menyatakan bahwa tidak ada alternatif lain bagi Israel selain menghancurkan Hamas.

“Hari berikutnya adalah hari setelah Hamas. Semua Hamas,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers.

Netanyahu bersikeras bahwa kemenangan total melawan Hamas adalah satu-satunya solusi bagi konflik di Gaza yang telah berlangsung selama empat bulan.

“Tekanan militer yang terus berlanjut adalah syarat mutlak untuk pembebasan para sandera,” tambahnya.

Namun, komentar dari Blinken, setelah pertemuan dengan Netanyahu, menunjukkan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidaklah mustahil.

“Jelas ada hal-hal yang tidak masuk akal dalam apa yang (Hamas) ajukan,” kata Blinken dalam sebuah konferensi, tanpa merinci hal-hal yang dimaksud.

“Namun kami juga melihat adanya ruang untuk melanjutkan negosiasi, untuk melihat apakah kami bisa mencapai kesepakatan. Itulah yang ingin kami lakukan,” ungkapnya.

Dalam catatan tambahan, Blinken bertemu dengan para pemimpin Qatar dan Mesir pada hari Selasa, serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah pada hari Rabu.

Seorang pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, menilai pernyataan Netanyahu sebagai bentuk keberanian politik yang menunjukkan niat pemimpin Israel untuk terus memperpanjang konflik di wilayah tersebut.

https://youtu.be/0FIA5MUuJ4M

Sementara itu, seorang pejabat Hamas lainnya, Osama Hamdan, mengumumkan bahwa sebuah delegasi Hamas yang dipimpin oleh pejabat senior Hamas, Khalil Al-Hayya, akan berangkat pada hari Kamis ke Kairo untuk melakukan perundingan gencatan senjata dengan para mediator dari Mesir dan Qatar. Hamdan juga mengimbau faksi-faksi bersenjata Palestina untuk terus melanjutkan perjuangan.

Israel sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka tidak akan menarik pasukan mereka dari Gaza atau mengakhiri perang sampai Hamas dihancurkan.

Meskipun demikian, sumber-sumber yang dekat dengan perundingan menggambarkan bahwa Hamas mengambil pendekatan baru melalui tiga tahap terhadap tuntutan mereka yang telah lama diajukan untuk mengakhiri perang, dan mereka mengajukan hal ini sebagai isu yang harus diselesaikan dalam perundingan di masa depan, bukan sebagai syarat gencatan senjata.

(A/08)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Banyak Warga Protes Desilnya Salah, Airlangga Pastikan Data Bisa Diperbarui Setiap 3 Bulan

Nasional

"Yang Kaya-kaya Jangan Ambil Hak Rakyat," Purbaya Bocorkan Waktu Mulai Pembatasan Pertalite untuk Desil 10

Nasional

Bupati Baharuddin Siagian Hadirkan Pelayanan Publik Lebih Dekat melalui Program Berlayar di Sei Balai

Nasional

Pasukan Pakar Turun Gunung: Kubu Febrie Adriansyah All Out Bongkar Celah Hukum Penggeledahan dan TPPU

Nasional

Polisi 'Absen' Bawa Saksi Ahli, Kubu Roy Suryo Pede Menang Telak di Praperadilan Jilid 4

Nasional

Genggaman Tangan yang Terlepas: Perjuangan 2 Hari Tim Gabungan Cari Bocah Hanyut di Siantar Berakhir Duka