LONDON – Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris, David Cameron, menegaskan Presiden Rusia, Vladimir Putin, harus mempertanggungjawabkan diri atas kematian pengkritik Kremlin, Alexei Navalny. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, Cameron menekankan bahwa Putin harus mengambil tanggung jawab atas insiden tragis tersebut, yang terjadi pada Jumat (16/2) waktu setempat.
Kematian Navalny, yang dilaporkan oleh otoritas Rusia, terjadi di sebuah penjara di kawasan Arktik. Pernyataan tegas dari pemerintah Inggris menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak Moskow atas kejadian tersebut. Sebagaimana dilansir oleh AFP, Kementerian Luar Negeri Inggris telah memanggil diplomat Rusia dari Kedutaan Besar Rusia di London pada malam Jumat (16/2) untuk menegaskan tuntutan mereka.
Kematian Navalny, seorang tokoh oposisi yang sangat kritis terhadap pemerintahan Putin, terjadi sekitar sebulan sebelum pemilihan yang dijadwalkan akan memperpanjang masa kekuasaan Putin. Hal ini memunculkan kecurigaan dan pertanyaan luas dari komunitas internasional terhadap keadaan sebenarnya di balik meninggalnya Navalny di penjara.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi sorotan di dalam negeri Rusia, tetapi juga menarik perhatian dunia internasional, mengingat Navalny adalah figur penting dalam gerakan oposisi di Rusia. Tuduhan atas keterlibatan pemerintah Rusia dalam kematian Navalny menjadi perdebatan yang memanas, dengan tuntutan yang semakin meningkat dari berbagai negara untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan.
Pemerintah Inggris, dengan tindakan panggilan diplomat Rusia, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan dan kebebasan berpendapat di seluruh dunia. Tuntutan untuk memastikan pertanggungjawaban atas kematian Navalny merupakan bagian dari upaya internasional untuk menjaga prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia, serta untuk memberikan keadilan bagi mereka yang berjuang melawan rezim otoriter.
(A/08)