WASHINGTON DC -Serangan rudal yang dilakukan oleh Houthi dan menewaskan setidaknya tiga orang di perairan Teluk Aden telah memicu reaksi keras dari Amerika Serikat (AS). Ini merupakan serangan pertama kali yang menimbulkan korban jiwa, dan AS menegaskan bahwa Houthi akan bertanggung jawab atas tindakan mematikan tersebut.
Militer AS melaporkan bahwa rudal balistik anti-kapal yang ditembakkan oleh Houthi pada Rabu (6/3) waktu setempat, menghantam sebuah kapal bulk carrier bernama True Confidence yang berbendera Barbados dan merupakan milik Liberia, di perairan Teluk Aden.
Menurut laporan dari Komando Pusat AS (CENTCOM), para awak kapal melaporkan adanya “tiga korban jiwa, setidaknya empat orang mengalami luka-luka, dengan tiga di antaranya dalam kondisi kritis, dan terjadi kerusakan signifikan pada kapal.”
Serangan ini menjadi momen pertama kali serangan Houthi menyebabkan korban jiwa sejak mereka melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan sekitarnya mulai November tahun sebelumnya. Houthi sendiri telah menjelaskan bahwa serangan mereka merupakan bentuk solidaritas untuk warga Palestina di Jalur Gaza, yang terus diserang oleh Israel dalam konfliknya melawan Hamas.
AS, bersama dengan Inggris, dalam beberapa bulan terakhir telah melancarkan serangkaian serangan terhadap target-target Houthi di Yaman sebagai tindakan pembalasan.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, dalam konferensi pers tidak memberikan jawaban yang tegas saat ditanya apakah serangan terbaru Houthi yang menewaskan orang tersebut akan memicu pembalasan baru dari AS.
Namun, dia menegaskan bahwa Washington akan terus menuntut pertanggungjawaban dari Houthi atas serangan-serangan mereka di jalur pelayaran internasional, terutama di Laut Merah dan sekitarnya.
“Kami akan terus meminta pertanggungjawaban mereka. Kami menyerukan kepada pemerintah-pemerintah di seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama,” tegas Miller kepada wartawan.
(K/09)