Pilu! Hari Pertama Ramadhan di Gaza, Puluhan Warga Tarawih di Reruntuhan Masjid

BITVonline.com - Selasa, 12 Maret 2024 02:47 WIB

GAZA -Di tengah reruntuhan dan puing-puing, warga Gaza, Palestina, menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang penuh kesabaran dan keteguhan. Meskipun terpaksa salat di atas tanah, di tengah reruntuhan masjid yang hancur akibat serangan Israel, semangat keagamaan mereka tidak pernah luntur.

Pada Tarawih pertama Ramadan tahun ini, jemaah terlihat berkumpul di sekitar masjid Farouk, Rafah, Gaza Selatan. Tanpa sajadah yang memadai, mereka bersujud di atas tanah yang keras, mengenakan jaket demi menghangatkan tubuh mereka di malam dingin musim dingin. Lokasi salat hanya disinari oleh beberapa lampu darurat dan sinar api unggun yang memancarkan kehangatan di tengah kegelapan. Di antara mereka yang salat, terdengar tangisan haru dari sebagian warga yang terpukul oleh situasi yang memilukan.

Di tempat lain, di Deir al-Balah, Gaza Tengah, warga Gaza lainnya berkumpul di dekat tenda-tenda pengungsian. Mereka salat di lapangan terbuka, tanpa atap untuk melindungi mereka dari hujan atau panas matahari. Pencahayaan yang minim tidak menghalangi mereka untuk menunaikan ibadah dengan penuh khidmat.

Namun, tidak semua warga Gaza bisa berkumpul di reruntuhan atau tenda-tenda pengungsian. Beberapa di antaranya masih bisa salat di masjid yang masih berdiri. Namun, bahkan di tempat yang relatif aman tersebut, atmosfer duka dan kepedihan masih terasa kuat. Di antara sujud dan ruku’, ada yang menangis, teringat akan rumah dan keluarga yang telah mereka tinggalkan di tengah-tengah serangan yang tak berkesudahan.

Kisah-kisah pilu dari warga Gaza yang kehilangan rumah, tempat perlindungan, bahkan mata pencaharian mereka, menjadi nyata dalam ungkapan Atia Harb, seorang pedagang dari pasar Deir al-Balah, dan Jabr Mushtaha, seorang pembuat manisan di Gaza. Ramadan kali ini terasa sangat berbeda dan suram bagi mereka. Suara-bunyi ledakan bom dan deru ambulans yang tak henti-hentinya menggema di telinga mereka, mengingatkan akan betapa rapuhnya kehidupan mereka di bawah bayang-bayang serangan yang terus menerus.

Meskipun begitu, semangat keberanian dan kekuatan spiritual warga Gaza tidak pernah pudar. Di tengah kepahitan dan penderitaan, mereka tetap memelihara kepercayaan dan harapan. Dalam doa-doa mereka, mereka mengirimkan pesan perdamaian dan keadilan bagi Gaza, serta doa untuk keselamatan dan perlindungan bagi semua yang terluka dan teraniaya. Semoga Ramadan tahun ini membawa cahaya dan kedamaian bagi mereka yang tengah merasakan kegelapan dan kehancuran.

(K/09)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri

Nasional

Kemnaker Fokus Penguatan Sistem Hubungan Industrial Tahun 2026 untuk Lindungi Pekerja

Nasional

Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Jaminan Hidup untuk Korban Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan

Nasional

Hukuman Mati ABK Sea Dragon Medan Jadi Sorotan, Menteri Natalius Pigai: Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia

Nasional

Tangis Ibunda ABK Sea Dragon Medan yang Dituntut Hukuman Mati: Saya Tidak Rela, Tidak Ikhkas!

Nasional

BRI Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp1,8 Juta untuk 418 Warga Desa Hutagodang Terdampak Bencana