PERU – Kehidupan politik di Peru terguncang oleh skandal korupsi yang mengarah ke rumah Presiden Dina Boluarte. Puluhan personel kepolisian telah dikerahkan untuk melakukan penggerebekan di kediamannya, mengejar jejak jam tangan mewah Rolex yang tidak dilaporkan oleh Boluarte kepada otoritas.
Berdasarkan dokumen Kepolisian Peru yang diperoleh AFP, sekitar 40 personel terlibat dalam operasi penggerebekan yang fokus pada pencarian jam tangan mewah tersebut. Kepolisian menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti terkait dugaan korupsi.
Meskipun tidak ada di rumah saat penggerebekan dilakukan, Boluarte sedang menjadi sorotan pemeriksaan otoritas setelah laporan media lokal mengenai penggunaannya atas jam tangan mewah yang tidak tercatat secara resmi dalam dokumen publik. Operasi penggerebekan ini merupakan hasil dari penyelidikan yang diluncurkan oleh otoritas setempat atas laporan-laporan tersebut.
Operasi gabungan antara kepolisian dan kantor kejaksaan Peru ini bahkan disiarkan secara langsung oleh saluran televisi lokal, menampilkan aksi penggerebekan di distrik Surquillo, ibu kota Lima. Para personel kepolisian dan kejaksaan terlihat bergerak di sekitar kediaman Boluarte, sementara polisi lalu lintas mengatur jalanan di sekitarnya.
Skandal ini menambah beban politik bagi Boluarte, yang sebelumnya telah menghadapi penurunan dukungan publik dan mendapat tekanan atas dugaan memperkaya diri secara ilegal selama masa jabatannya. Sebagai wanita pertama yang menjabat sebagai Presiden Peru, Boluarte kini berhadapan dengan ancaman persidangan jika didakwa secara resmi.
Meskipun belum ada tanggapan resmi dari Boluarte maupun kantor kepresidenan Peru, namun peristiwa ini menunjukkan ketegangan yang semakin memuncak dalam kehidupan politik Peru. Dalam momen yang krusial bagi negara ini, harapan akan transparansi dan keadilan tetap menjadi sorotan utama bagi masyarakat Peru.
(AS)