THAILAND -Gelombang cuaca panas ekstrem telah melanda Thailand, dengan dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Sebanyak 30 orang dilaporkan tewas akibat sengatan panas atau heatstroke sepanjang tahun ini, menyoroti pentingnya perhatian dan tindakan pencegahan dalam menghadapi situasi cuaca yang ekstrem.
Otoritas kota Bangkok mengeluarkan peringatan panas ekstrem untuk wilayah ibu kota setelah indeks panas diperkirakan akan mencapai level “sangat berbahaya” di atas 52 derajat Celsius. Suhu udara yang mencapai 40,1 derajat Celsius dan perkiraan level serupa pada hari berikutnya memicu kekhawatiran akan kesehatan publik.
Menurut Kementerian Kesehatan Thailand, jumlah korban meninggal akibat heatstroke meningkat menjadi 30 orang sejak awal tahun hingga pertengahan April, angka yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa dampak cuaca ekstrem semakin memprihatinkan, terutama pada kelompok rentan seperti warga lanjut usia dan orang-orang dengan kondisi medis tertentu.
Pola cuaca panas yang ekstrem juga telah melanda sebagian kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, mengakibatkan dampak luas termasuk libur sekolah di Filipina dan upaya doa bersama di Bangladesh untuk turun hujan. Ini menunjukkan bahwa cuaca ekstrem bukan hanya masalah lokal, tetapi juga menjadi isu regional yang memerlukan respons yang serius.
Dalam menghadapi situasi ini, otoritas Thailand mengimbau para warga, khususnya yang rentan terhadap dampak panas seperti lansia dan orang-orang dengan kondisi medis tertentu, untuk tetap berada di dalam ruangan dan menjaga asupan cairan yang cukup. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyediakan fasilitas penyejuk dan penanganan medis yang cepat bagi mereka yang membutuhkan.
Bulan April memang dikenal sebagai bulan terpanas di Thailand dan kawasan Asia Tenggara, namun situasi tahun ini lebih buruk karena pola cuaca El Nino yang memperparah kondisi. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan kesadaran akan ancaman kesehatan dari cuaca panas ekstrem harus terus ditingkatkan agar dampak negatifnya dapat diminimalkan.
(N/014)