GAZA -Tegaskan menewaskan 17 militan Hamas, serangan udara Israel pada sebuah sekolah di Jalur Gaza, yang dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah memicu kecaman dan keprihatinan di seluruh dunia. Dalam apa yang tampaknya menjadi salah satu serangan paling kontroversial dalam konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina, ribuan orang terpaksa berlindung di kompleks sekolah yang dialihfungsikan sebagai tempat penampungan pengungsi Palestina. Namun, apa yang seharusnya menjadi tempat perlindungan, berubah menjadi sasaran empuk untuk serangan udara yang mematikan.
Peristiwa tragis ini terjadi di area kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah, pada Kamis (6/6) waktu setempat. Sekolah yang menjadi target serangan udara adalah salah satu dari banyak fasilitas yang dikelola oleh badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA. Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, yang terletak dekat sekolah tersebut, melaporkan sedikitnya 37 orang tewas akibat serangan udara yang menggempur kompleks sekolah pada Kamis (6/6) waktu setempat.
Militer Israel, dalam pernyataan terbaru mereka, mengklaim bahwa serangan mereka telah menewaskan sedikitnya 17 militan Hamas yang beroperasi dari sekolah tersebut. Klaim ini menambah pernyataan sebelumnya yang menyebutkan bahwa sembilan militan tewas ketika jet-jet tempur Israel menggempur tiga ruang kelas di kompleks sekolah yang sama. Namun, laporan media dan saksi mata di lapangan menunjukkan bahwa korban yang tewas sebagian besar adalah warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak yang mencari perlindungan di sekolah tersebut.
Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, dengan tegas mengutuk serangan Israel terhadap sekolah di Jalur Gaza. Dia menegaskan bahwa serangan itu dilakukan “tanpa peringatan sebelumnya” dan bahwa UNRWA telah berkoordinasi dengan militer Israel serta pihak lain yang terlibat dalam konflik untuk memastikan keamanan fasilitasnya. Lazzarini menambahkan bahwa menyerang fasilitas PBB untuk tujuan militer adalah pelanggaran hukum kemanusiaan internasional yang tidak dapat ditoleransi.
Serangan udara Israel terhadap sekolah PBB di Jalur Gaza telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan komunitas internasional. Sejumlah negara dan organisasi internasional telah menyerukan penyelidikan independen dan transparan atas insiden tragis ini, sambil menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Sementara dunia menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan tersebut, satu hal menjadi jelas: perlunya langkah-langkah konkret untuk mengakhiri kekerasan yang terus berlangsung di Jalur Gaza dan mencapai solusi yang berkelanjutan untuk konflik yang telah mengorbankan terlalu banyak nyawa manusia.
(N/014)