Tawanan Israel di Gaza Mencoba Bunuh Diri Akibat Frustrasi Pengabaian Pemerintah

BITVonline.com - Kamis, 04 Juli 2024 07:46 WIB

GAZA –Tawanan Israel di Gaza mencoba bunuh diri karena frustrasi akibat ‘pengabaian pemerintah’ Israel. Juru bicara Brigade Quds, Abu Hamza, membenarkan bahwa para tawanan Israel ‘dirampas hak istimewanya’ sebagai tanggapan atas perlakuan brutal terhadap warga Palestina di penjara-penjara Israel.

Dalam sebuah pernyataan pada tanggal 3 Juli, Abu Hamza menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diterapkan setelah insiden pembantaian di kamp pengungsi Nuseirat bulan lalu. Dalam operasi tersebut, tentara Israel membunuh hampir 300 warga sipil Palestina dalam upaya penyelamatan empat tawanan Israel.

“Kami merampas hak-hak dan keistimewaan tertentu dari tawanan Israel sebagai respons atas perlakuan keji terhadap warga Palestina di penjara-penjara Israel,” ujar Abu Hamza. “Sejumlah tahanan musuh telah mencoba bunuh diri dengan tekad bulat karena rasa frustrasi yang mereka rasakan akibat pengabaian kasus mereka oleh pemerintah Israel dan perlakuan berbeda dari unit keamanan di Brigade Quds.”

Pernyataan ini menambahkan ketegangan di tengah konflik yang sedang berlangsung. Beberapa tawanan Israel di Gaza dilaporkan telah tewas akibat serangan udara Israel sejak dimulainya perang. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dituduh menyabotase perundingan kesepakatan pertukaran tawanan demi kepentingan politik, memperpanjang durasi perang.

Brigade Quds menyatakan bahwa hak-hak istimewa yang sebelumnya diberikan kepada tawanan Israel dicabut sebagai tanggapan atas pembantaian di Nuseirat. Abu Hamza menyebutkan, “Kami memperlakukan tahanan musuh dengan cara yang sama seperti tahanan kami diperlakukan di penjara-penjara Israel. Keputusan ini akan tetap berlaku selama pemerintah Israel terus melakukan tindakan tidak adil terhadap rakyat kami dan tahanan kami.”

Kondisi tawanan Palestina di penjara-penjara Israel semakin memprihatinkan sejak pemerintahan Netanyahu berkuasa pada tahun 2022. Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir, yang bertanggung jawab atas sistem penjara Israel, memperketat tindakan brutal dan pembatasan terhadap tahanan Palestina.

Para tahanan Palestina yang ditahan di Gaza juga mengalami pelecehan yang parah. Banyak dari mereka memberikan kesaksian mengejutkan tentang penyiksaan dan penganiayaan yang dilakukan oleh tentara Israel. Situasi ini semakin memanas setelah media Ibrani memberitakan surat dari kepala dinas keamanan Israel, Shin Bet, kepada pejabat pemerintah.

Dalam surat tersebut, pimpinan Shin Bet mengungkapkan bahwa jumlah orang yang dipenjara mencapai 21.000 orang, meskipun kapasitas penjara hanya 14.500 orang. Kepala Shin Bet menyebut situasi ini sebagai “bom waktu” karena penganiayaan yang dihadapi warga Palestina di penjara-penjara Israel.

Ketegangan antara Israel dan Palestina semakin memuncak, dengan perlakuan tidak manusiawi terhadap tawanan menjadi salah satu pemicu utama. Perlakuan brutal terhadap tahanan Palestina dan pengabaian kasus tawanan Israel menambah panjang daftar pelanggaran hak asasi manusia dalam konflik yang tak kunjung usai ini.

(n,014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Karyawan Protes Pemecatan Sepihak, Dugaan Praktik Interogasi Ilegal di Perusahaan Perkebunan

Nasional

Bupati Karo Dorong Smart Farming: AI Kini Jadi Andalan Petani Lokal

Nasional

Daging Halal dan Nonhalal di Medan Akan Ditata, DPRD Sumut Jelaskan Tujuannya

Nasional

Mahasiswi 18 Tahun Jadi Korban Dugaan Pencabulan Oknum Mantri di Klinik Deli Serdang

Nasional

Meski MA AS Batalkan Tarif Trump, Perjanjian Dagang RI-AS Tetap Untungkan Indonesia

Nasional

Mensesneg Cek Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India untuk Koperasi Desa