AS -Presiden Amerika Serikat Joe Biden menegaskan niatnya untuk bertarung dalam pemilu presiden pada November mendatang, meskipun menghadapi berbagai desakan untuk mundur. Dalam kampanye di Detroit, Biden menegaskan bahwa dia akan mencalonkan diri lagi dan bertekad untuk membawa Partai Demokrat menuju kemenangan.
Keputusan Biden ini muncul setelah penampilannya yang kurang meyakinkan pada debat bulan Juni lalu, di mana ia tampak terbata-bata dan sering batuk saat berbicara. Penampilan tersebut menimbulkan keraguan di kalangan pendukungnya mengenai kesiapan dan kemampuannya untuk melanjutkan pencalonan presiden.
Namun, di depan ribuan pendukung Partai Demokrat di Detroit, Biden menyampaikan pidato yang penuh semangat dan optimisme. “Saya akan mencalonkan diri dan kami akan menuju kemenangan. Motown adalah Joetown,” ujar Biden dengan penuh keyakinan, seperti dikutip dari Reuters.
Sorakan “Jangan keluar” dari para pendukung yang hadir memberikan dorongan semangat bagi Biden. “Saya adalah calonnya. Saya tidak akan ke mana-mana,” lanjutnya dengan tegas.
Dalam pidatonya, Biden tidak hanya menegaskan niatnya untuk mencalonkan diri kembali, tetapi juga menyerang penantangnya, mantan Presiden Donald Trump. Biden menyebut Trump sebagai ancaman besar dan mengkritiknya dengan tajam. “Ini yang saya tahu, saya akan sampaikan kebenarannya, saya tahu yang salah sampai yang benar, dan saya tahu rakyat Amerika ingin seorang presiden bukan diktator,” kata Biden, mengacu pada gaya kepemimpinan Trump yang sering dianggap otoriter oleh para pengkritiknya.
Meski demikian, tantangan bagi Biden tidak hanya datang dari Trump dan Partai Republik. Di internal Partai Demokrat sendiri, desakan agar Biden mundur semakin kuat sejak debat bulan Juni. Hingga saat ini, sudah ada 19 anggota parlemen AS dari Partai Demokrat yang secara terbuka meminta Biden untuk mundur dari pencalonan. Desakan ini juga datang dari sejumlah pendonor, bintang Hollywood, kelompok aktivis, serta beberapa media yang menginginkan Partai Demokrat mencari calon alternatif yang lebih muda dan segar.
Beberapa pengamat politik menyebutkan bahwa usia Biden yang kini menginjak 81 tahun menjadi salah satu alasan utama desakan tersebut. Mereka khawatir bahwa faktor usia dapat mempengaruhi performa dan kesehatan Biden dalam menjalankan tugas sebagai presiden jika terpilih kembali. Namun, para pendukung Biden berpendapat bahwa pengalaman dan kebijaksanaannya sebagai pemimpin yang telah melewati berbagai tantangan politik dan ekonomi menjadi aset berharga bagi bangsa Amerika.
Biden, dalam upayanya untuk mengonsolidasikan dukungan, berusaha meyakinkan para pemilih bahwa ia masih memiliki energi dan komitmen untuk memimpin negara. “Saya berjanji kepada kalian, saya akan memberikan segalanya untuk memastikan Amerika tetap berada di jalur yang benar. Kita tidak bisa membiarkan Trump membawa kita kembali ke masa kegelapan,” tegas Biden.
Pernyataan ini mendapatkan respons positif dari sebagian besar pendukungnya yang hadir. Namun, di sisi lain, tekanan bagi Partai Demokrat untuk mempertimbangkan calon lain juga semakin meningkat. Beberapa nama potensial mulai bermunculan sebagai alternatif, termasuk para gubernur, senator, dan tokoh-tokoh muda yang dianggap memiliki daya tarik elektoral yang lebih kuat.
Kampanye Biden di Detroit menjadi momen penting dalam perjalanannya menuju pemilu November. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik dari internal partainya maupun dari luar, Biden tetap menunjukkan tekadnya untuk bertarung dan memenangkan pemilu demi melanjutkan agenda politiknya.
Sementara itu, kubu Trump menyambut baik pengumuman Biden ini dengan berbagai serangan balik. Trump, dalam pernyataan terpisah, menyebut bahwa pencalonan kembali Biden adalah bukti bahwa Partai Demokrat tidak memiliki calon lain yang lebih baik. “Biden adalah calon yang lemah dan tidak kompeten. Amerika membutuhkan pemimpin yang kuat dan tegas,” ujar Trump.
Pemilu AS 2024 diprediksi akan menjadi salah satu yang paling sengit dan menentukan dalam sejarah politik Amerika. Pertarungan antara Biden dan Trump, jika keduanya menjadi calon utama, akan menjadi ajang bagi para pemilih untuk menentukan arah masa depan negara.
(N/014)