Kekerasan Geng di Rondonia Brasil: 13 Orang Tewas dalam Bentrokan dengan Polisi dan Serangan Kriminal

BITVonline.com - Sabtu, 18 Januari 2025 07:46 WIB

PORTO VELHO, RONDONIA – Sebanyak 13 orang dilaporkan tewas dalam kekerasan yang melibatkan geng kriminal di Porto Velho, ibu kota negara bagian Rondonia, Brasil, selama empat hari terakhir. Serangkaian serangan dan bentrokan dengan polisi telah menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya kekuatan geng di wilayah Amazon tersebut.

Menurut keterangan dari departemen keamanan Rondonia, 8 orang tewas dalam serangan geng dan 5 lainnya tewas dalam bentrokan dengan polisi sejak Selasa, 14 Januari 2025. Dalam serangan tersebut, anggota geng membakar 20 bus, sebagian besar milik sekolah-sekolah, sebagai bentuk protes terhadap operasi balasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Sebagai respons terhadap gelombang kekerasan ini, pihak berwenang membatasi jam operasional transportasi umum dan menugaskan polisi untuk mengawal bus-bus kota. Krisis ini semakin memanas hingga pemerintah federal Brasil mengirimkan pasukan keamanan nasional ke Rondonia untuk membantu polisi negara bagian dalam menahan eskalasi kekerasan yang diperkirakan akan berlangsung selama setidaknya 90 hari.

Laporan media G1 mengungkapkan bahwa serangan ini diduga merupakan balasan dari faksi kriminal Comando Vermelho, yang dikenal sebagai salah satu kelompok terkuat di Brasil. Geng tersebut membalas operasi kepolisian di sebuah kompleks perumahan yang dikendalikan oleh mereka di kota Porto Velho.

Walaupun Comando Vermelho bermula di Rio de Janeiro, grup ini kini menjadi kekuatan dominan di wilayah Amazon dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Forum Keamanan Publik Brasil, tingkat kejahatan di Amazon mengalami lonjakan signifikan, dengan mencatatkan 34 kasus pembunuhan per 100 ribu orang pada 2023, hampir dua kali lipat angka nasional.

Renato Sergio de Lima, Presiden Forum Keamanan Publik Brasil, menjelaskan bahwa meskipun Amazon dikenal dengan konflik pertahanan akibat perluasan pertanian ke dalam hutan, kekerasan yang terjadi belakangan ini lebih terkait dengan perseteruan antar geng yang bersaing untuk menguasai rute perdagangan narkoba utama yang menghubungkan produsen kokain dengan konsumen.

Penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa Rondonia, yang berbatasan langsung dengan Bolivia sebagai produsen kokain terbesar, telah menjadi jalur utama perdagangan narkoba. Dalam satu dekade terakhir, polisi setempat berhasil menyita 20 ton kokain, yang merupakan salah satu jumlah terbesar yang pernah ditemukan di Brasil.

“Amazon adalah lingkungan yang sempurna bagi kejahatan. Geng-geng mengendalikan wilayah dan menentukan aturan mereka sendiri. Ketika polisi datang, barulah kekerasan ini muncul,” kata Lima menambahkan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Maruli Siahaan Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara, Minta Penegakan Hukum Tetap Presisi dan Jaga Soliditas Antar-APH

Nasional

Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia Diduga Dipicu Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun, Bahlil Sebelumnya Bantah Ada Kelangkaan

Nasional

Prabowo Bertemu Tiga Eks PM Thailand, Ini yang Dibahas

Nasional

10 Personel Ditresnarkoba Polda Sumut Dikabarkan Diperiksa Propam, Diduga Terima Upeti THM

Nasional

Meski Kutip Retribusi, Tapi Pemkab Tapsel Tidak Urus Bukit Simagomago: Toilet Tak Ada Air, Sampah Berserakan

Nasional

Jalur Lembah Anai Ditargetkan Dibuka Penuh Akhir Juli 2026, Pemulihan Konektivitas Sumatera Barat Hampir Rampung