Atlet Israel Akan Dapat Perlindungan 24 Jam Selama Olimpiade Paris?

Redaksi - Minggu, 28 Juli 2024 09:19 WIB

Paris – Menjelang pembukaan Olimpiade Paris 2024 pada Jumat (26/7/2024), Menteri Dalam Negeri Prancis, Gérald Darmanin, mengumumkan bahwa atlet Israel akan mendapatkan perlindungan keamanan 24 jam selama perhelatan akbar tersebut. Pengumuman ini dikeluarkan di tengah ketegangan politik dan keamanan yang meningkat, termasuk protes dari anggota parlemen Prancis terhadap partisipasi Israel.

Pernyataan Darmanin datang setelah Thomas Portes, anggota parlemen dari sayap kiri Prancis, mengkritik kehadiran delegasi Israel di Olimpiade dan menyerukan protes terhadap partisipasi mereka. Portes, bersama beberapa kritik lainnya, mengekspresikan ketidakpuasan terhadap keputusan untuk mengizinkan delegasi Israel mengikuti ajang olahraga internasional tersebut, terutama di tengah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas di Gaza.

Perang yang berkepanjangan di Gaza dan ketegangan geopolitik terkait konflik Ukraina dan Gaza telah meningkatkan kekhawatiran keamanan seiring dengan dimulainya Olimpiade. Para aktivis pro-Palestina di Prancis menuduh bahwa sentimen anti-Israel tersebut berpotensi menjadi antisemitisme. Tindakan ini memicu perhatian internasional, terutama terkait dengan keselamatan dan penerimaan delegasi Israel di Prancis.

Sebagai respons terhadap protes tersebut, Menteri Luar Negeri Prancis, Stephane Sejourne, menegaskan bahwa Prancis tidak hanya menyambut delegasi Israel dengan tangan terbuka tetapi juga akan menjamin keselamatan mereka sepanjang acara Olimpiade. “52 tahun setelah pembantaian Olimpiade Munich yang merenggut nyawa 11 warga Israel oleh militan Palestina, Prancis berkomitmen untuk menjamin keamanan atlet Israel selama Olimpiade ini,” kata Darmanin.

Kontroversi mengenai kehadiran Israel di Olimpiade juga diperparah oleh tindakan penonton selama upacara pembukaan, di mana delegasi Israel mendapat cemoohan. Di media sosial, peristiwa ini memicu berbagai reaksi, dengan beberapa pengguna X (sebelumnya Twitter) mengekspresikan dukungan terhadap penolakan terhadap Israel dalam konteks konflik dengan Palestina.

Sementara itu, atlet Palestina menerima sambutan yang lebih meriah. Mereka disambut dengan sorak sorai dan hadiah dari pendukung saat tiba di Paris. Saat berpartisipasi dalam upacara pembukaan, mereka mengibarkan bendera Palestina dengan penuh semangat, diiringi teriakan antusias dari penonton. Keberadaan mereka di Paris tampaknya menjadi simbol solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Ketegangan politik dan perbedaan sikap terhadap konflik Israel-Palestina mencuat dalam konteks Olimpiade Paris 2024, menciptakan suasana yang kompleks di ajang olahraga global ini. Dengan berbagai dinamika yang sedang berlangsung, keselamatan dan penerimaan delegasi internasional di Paris tetap menjadi fokus utama.

(n/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Bukan Sekadar Angka Peringkat: Guru Besar Lemhannas Desak Pengisian Ombudsman Utamakan Kebutuhan Lembaga demi Jaga Independensi

Nasional

Hadir Bukan Hanya Saat Pemilu: Aksi Nyata Ketua PSI Binjai Selatan Bakar Semangat Merdeka Warga Kampung Bonyot

Nasional

Kabar Gembira untuk Guru! PPPK Bisa Ikut Seleksi PNS 2027, Menkeu Pastikan APBN Aman!

Nasional

Gugatan 'Salah Kamar' di PN Jaksel: Saat Polisi Tegaskan Praperadilan Febrie Adriansyah Lampaui Batas dan Harus Diuji di Pokok Perkara

Nasional

Pacaran Sambil Edarkan Vape Narkoba di Kafe, Sejoli di Medan Raup Untung Rp600 Ribu per Transaksi

Nasional

Sudah 20 Kali Beraksi Berkedok Razia Polisi, Residivis di Medan Akhirnya Dibekuk usai Perkosa Korban