Jakarta – Kementerian Transmigrasi mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) untuk mengembangkan ekosistem kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi. Menteri Dikti Saintek, Satrio Soemantri Brojonegoro, menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu dalam pengembangan pembelajaran jarak jauh yang bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat, serta mendukung beasiswa LPDP-Patriot dan pendampingan dalam pengembangan industrialisasi di kawasan transmigrasi.
“Ini cita-cita yang mulia. Kami siap dukung,” kata Satrio saat ditemui pada Sabtu (18/1/2025). Sementara itu, Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menjelaskan bahwa program transmigrasi sedang bertransformasi. Program ini tidak lagi sekadar pemindahan penduduk, melainkan bertujuan untuk membangun ekosistem ekonomi baru yang terintegrasi di kawasan-kawasan transmigrasi.
Ia menegaskan bahwa transmigrasi merupakan pionir pembangunan ekonomi di wilayah-wilayah yang terdampak. “Transmigrasi merupakan pionir pembangunan,” ujar Iftitah. Iftitah juga menyebutkan bahwa transformasi ini memerlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia transmigran. Oleh karena itu, Kementerian Transmigrasi menggandeng Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk berkolaborasi dalam mempercepat pencapaian tujuan tersebut.
Pembicaraan antara kedua Menteri ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, Sekretaris Jenderal Danton Munthe, serta dari pihak Kementerian Dikti Saintek, Sekretaris Jenderal Togar Simatupang dan Penasehat Khusus Menteri, Laks. Purn. Marsetio.
(christie)