Kekalahan Fajar/Rian di Perempatfinal Olimpiade 2024 Panjang Puasa Medali Ganda Putra Indonesia

BITVonline.com - Jumat, 02 Agustus 2024 04:06 WIB

PARIS  -Kekalahan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto, di perempatfinal Olimpiade 2024 menjadi titik hitam dalam perjalanan bulutangkis Indonesia di ajang empat tahunan ini. Pada Kamis malam, 1 Agustus 2024, di Porte de la Chapelle Arena, Fajar/Rian harus menelan pil pahit setelah dikalahkan oleh pasangan unggulan pertama dari China, Liang Wei Keng dan Wang Chang. Pertandingan berakhir dengan skor 22-24, 20-22, mengakhiri harapan Indonesia untuk meraih medali dari nomor ganda putra.

Kekalahan ini menambah panjang daftar puasa medali Indonesia di nomor ganda putra Olimpiade. Sejak meraih medali emas terakhir kali pada Olimpiade 2008 melalui pasangan Markis Kido dan Hendra Setiawan, ganda putra Indonesia belum mampu menyumbangkan medali kembali. Pada saat itu, Kido/Setiawan berhasil menaklukkan Cai Yun dan Fu Haifeng dari China, menorehkan sejarah yang hingga kini belum terulang.

Perjalanan Panjang Menuju Medali

Sejak nomor ganda putra bulutangkis dipertandingkan pada Olimpiade 1992, Indonesia telah mengumpulkan total enam medali dari kategori ini. Tiga di antaranya adalah medali emas yang diraih oleh Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky pada 1996, Tony Gunawan/Candra Wijaya pada 2000, dan Markis Kido/Hendra Setiawan pada 2008. Setiap pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah bulutangkis Indonesia di kancah internasional.

Kekalahan terbaru ini tentunya menjadi pukulan berat bagi kontingen Merah Putih, yang telah menaruh banyak harapan pada Fajar/Rian. Pasangan ini sebelumnya telah menunjukkan performa mengesankan di berbagai turnamen internasional, dan diharapkan bisa mengulangi kejayaan rekan-rekan mereka di masa lalu. Namun, perjuangan mereka terhenti di babak delapan besar, meninggalkan kekosongan medali yang belum bisa diisi.

Harapan Tersisa di Nomor Tunggal Putri

Dengan kekalahan Fajar/Rian, harapan Indonesia untuk meraih medali di Olimpiade 2024 kini tergantung pada nomor tunggal putri. Gregoria Mariska Tunjung, satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan, akan bertanding di perempatfinal melawan Ratchanok Intanon dari Thailand pada Sabtu, 3 Agustus 2024. Gregoria, yang tampil impresif selama kompetisi, diharapkan bisa meneruskan perjuangan dan membawa pulang medali untuk Indonesia.

Kesan dan Pesan dari Pelatih dan Atlet

Pelatih Fajar/Rian, yang hadir di arena pertandingan, mengungkapkan rasa kecewa sekaligus kebanggaan atas perjuangan anak asuhnya. “Kami sudah berjuang sebaik mungkin. Fajar dan Rian telah memberikan yang terbaik, namun kali ini lawan memang lebih kuat,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang harus dijadikan motivasi untuk kejuaraan di masa depan.

Sementara itu, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung mereka. “Kami juga tidak ingin kalah, tetapi inilah hasil dari pertandingan. Kami akan terus berlatih dan berusaha agar bisa memberikan yang terbaik di kesempatan berikutnya,” ujar Fajar usai pertandingan.

Sebagai penutup, perjalanan Olimpiade 2024 masih menyisakan harapan di nomor tunggal putri. Semua mata kini tertuju pada Gregoria Mariska Tunjung, yang diharapkan bisa meraih medali dan mengakhiri puasa medali Indonesia di ajang bergengsi ini.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

TNI Usut Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Nasional

Jokowi Terima Permohonan Restorative Justice Rismon, Tapi Ada Syarat: Pemulihan Nama Baik

Nasional

Isu Penerbangan Internasional Dihentikan, Kemenhub: Tidak Benar, Maskapai Terus Beroperasi

Nasional

Komisi X DPR: Efisiensi Anggaran Saat Ini Penting, Pastikan Pendidikan Tak Tersentuh Pemangkasan

Nasional

Antisipasi Dampak Krisis Energi Global, BGN Efisiensi Anggaran Tanpa Pangkas Program MBG

Nasional

Relawan David Pajung Apresiasi Permintaan Maaf Rismon Sianipar, Sebut Jokowi Berjiwa Besar