MEDAN - Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka sempat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Imelda Medan untuk mendapatkan penanganan medis.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, mengatakan 11 dari 17 siswa tersebut telah diperbolehkan pulang. Sementara itu, enam siswa lainnya masih menjalani observasi oleh tim medis.
"Ini sampai saat ini sudah kita cek ya, ini sedang dipersiapkan, ada dari 17 orang total yang reaksinya tadi muntah-muntah, kemudian ada mual dan lain sebagainya, ini sudah dilakukan perawatan. Dilakukan perawatan 11 orang ini sudah bisa balik ke rumah. Tapi walaupun demikian nanti tetap dipantau. Enam orang lainnya masih diobservasi," ujar Erfin saat ditemui di RS Imelda Medan, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga: Imbas Kasus Keracunan MBG di Medan, BGN Regional Sumut Tutup Dapur Pemasok Erfin mengatakan, pihaknya menerima arahan untuk memastikan kondisi para siswa yang mengalami gejala gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
"Jadi tadi kami mendapat perintah untuk memastikan dan melihat bagaimana kondisi anak-anak kita tadi yang indikasinya karena ada muntah-muntah, ya, langsung respons dibawa ke rumah sakit," katanya.
Erfin menyebutkan, enam siswa yang masih menjalani observasi belum dapat dipastikan apakah perlu menjalani rawat inap atau bisa segera pulang.
"Ya, bisa saja, bisa saja rawat inap, tapi ini masih masa observasi ya. Tapi kemungkinan-kemungkinan itu ada saja. Tapi nanti kita lihat hasil dokter yang mungkin bisa lebih menjelaskan," ujarnya.
Saat meninjau RS Imelda Medan, Erfin turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Barli Nasution, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Ahmad Untung.
Erfin mengaku belum dapat memastikan menu yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala mual dan muntah pada para siswa. Ia meminta informasi lebih lanjut mengenai menu tersebut dikonfirmasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan.
Menurutnya, prioritas pemerintah kota saat ini adalah memastikan para siswa memperoleh penanganan medis yang sesuai.
Erfin berharap kejadian serupa tidak terulang dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi SPPG dalam menjalankan program MBG.
"Harapannya pastinya tidak ada kejadian seperti ini lagi. Berkaitan ini mudah-mudahan ini bisa menjadi bahan evaluasi juga setiap SPPG-SPPG memastikan setiap pelaksanaannya sesuai dengan SOP-nya," katanya.