MEDAN - Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Selasa (29/9/2026) berada dalam kategori sedang. Tidak ada wilayah yang masuk kategori baik berdasarkan data indeks kualitas udara yang dipantau pada hari tersebut.
Data indeks kualitas udara yang dikutip dari IQAir menunjukkan Kota Medan memiliki AQI 66 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 17,4 µg/m³. Kondisi serupa tercatat di Sunggal dengan AQI 66 dan PM2.5 sebesar 17,1 µg/m³.
Sementara itu, Belawan juga berada pada AQI 66 dengan PM2.5 sebesar 17 µg/m³. Berastagi tercatat memiliki AQI 56 dengan PM2.5 sebesar 11,8 µg/m³.
Baca Juga: Kabar Gembira! Bobby Nasution Siapkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten Sumut Di Lubuk Pakam, indeks kualitas udara berada pada AQI 62 dengan PM2.5 sebesar 15,2 µg/m³. Binjai tercatat AQI 63 dengan PM2.5 sebesar 15,4 µg/m³.
Pematangsiantar mencatat AQI 59 dengan PM2.5 sebesar 13,7 µg/m³. Sedangkan Deli Tua berada pada AQI 61 dengan parameter PM10 sebesar 14,5 µg/m³.
Kondisi di Deli Tua berubah dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 28 September 2026, wilayah tersebut sempat masuk kategori baik, tetapi pada 29 September kembali berada dalam kategori sedang.
Dalam skala AQI yang digunakan pada data tersebut, nilai 0-50 masuk kategori baik. Sementara AQI 51-100 berada dalam kategori sedang atau moderat.
Kategori sedang berarti kualitas udara masih dapat diterima, tetapi dapat kurang baik bagi orang yang sangat sensitif terhadap kondisi udara.
Nilai konsentrasi PM2.5 dan indeks kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu. Paparan asap, debu di jalan, serta sisa asap pembakaran kendaraan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perubahan nilai tersebut.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera Utara perlu tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara, terutama kelompok yang sensitif terhadap perubahan kondisi udara.* (tm/dh)