MEDAN- Seorang siswi berinisial SW (17) asal Kabupaten Karo kembali dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan setelah mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
SW sebelumnya menjalani perawatan di RSU Amanda Berastagi. Dia kemudian dirujuk ke RSU Haji Medan dan diterima untuk menjalani perawatan lanjutan pada Rabu (23/9/2026).
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan drg Fitrady Ulianda Siregar mengatakan SW datang dengan keluhan nyeri perut yang cukup berat, disertai mual dan muntah.
Baca Juga: Langgar Keamanan Pangan, BGN Tutup Permanen 4 Dapur Makan Gratis di Sumut-Papua dan Alihkan 10 Ribu Siswa "Pasien bernama SW, berusia 17 tahun. Siswi tersebut dirujuk dari RSU Amanda Berastagi dan telah kami terima untuk menjalani perawatan," ujar Fitrady, Rabu (23/9/2026).
Menurut Fitrady, SW dirujuk untuk mendapatkan penanganan dari dokter spesialis anak. Pasien juga membutuhkan ruang rawat inap untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
"Pasien dirujuk untuk mendapat penanganan dari dokter spesialis anak RSU Haji Medan. Pasien membutuhkan ruang rawat inap biasa untuk menjalani perawatan lanjutan di sini," katanya.
SW diketahui merupakan siswi SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo. Dia menjadi salah satu siswa yang terdampak dalam kasus dugaan keracunan MBG yang terjadi pada Senin (14/9/2026).
Dalam kejadian tersebut, sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan secara bertahap setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Selain SW, RSU Haji Medan masih merawat seorang pasien lain berinisial DAA. Pasien tersebut sebelumnya juga dirujuk dari RSU Amanda Berastagi dan telah menjalani perawatan di RSU Haji Medan sejak 13 September 2026.
Dengan dirujuknya SW, penanganan terhadap korban dugaan keracunan MBG asal Kabupaten Karo masih berlanjut di RSU Haji Medan.* (mi/dh)