MEDAN- Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan memburuk akibat sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengatakan laporan terkait kondisi tersebut akan ditindaklanjuti.
Rico mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengetahui kondisi kualitas udara terkini.
"Laporan-laporan tersebut (terkait kualitas udara yang buruk) akan kami tindak lanjuti dan menjadi perhatian kami agar nantinya masyarakat bisa waspada dengan kondisi yang ada pada saat ini," ujar Rico Selasa (22/9/2026).
Baca Juga: Lepas 10 Pelajar Terpilih ke Ipoh Malaysia, Rico Waas Titip Misi Kenalkan Budaya Medan dan Jaga Nama Baik Bangsa Menurut Rico, pihaknya belum dapat menyampaikan kondisi kualitas udara terbaru secara rinci. Ia mengatakan penjelasan lebih lanjut akan disampaikan oleh DLH Kota Medan setelah dilakukan koordinasi.
"Namun untuk sampai saat ini saya belum bisa menyampaikan (kondisi terkini), nanti biar Dinas Lingkungan Hidup yang menjelaskan," ungkapnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran asap terdeteksi di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan pemantauan citra pada 16 September 2026 pukul 08.20 WIB, asap terpantau bergerak ke arah barat laut hingga utara mengikuti pola angin yang bertiup dari tenggara.
Pada periode yang sama, sejumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah juga terpantau di beberapa wilayah Sumatera Utara, termasuk Deli Serdang dan Kota Medan. Pengamatan di sejumlah stasiun meteorologi menunjukkan jarak pandang berkisar 1 hingga 5 kilometer yang bersamaan dengan kondisi kabut dan asap.
Kondisi kualitas udara yang memburuk sebelumnya juga dikaitkan dengan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Medan. Dinas Kesehatan Kota Medan mencatat 196.547 kasus ISPA sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dan menyebut kualitas udara buruk sebagai salah satu faktor yang berkontribusi.
Pemko Medan kini masih menunggu hasil koordinasi dengan DLH untuk mendapatkan gambaran kondisi kualitas udara terkini. Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara memburuk.* (ds/dh)