MEDAN - Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Gandi Parapat, menyerukan agar seluruh orang tua siswa melarang anaknya memakan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
"Larangan ini sebagai bentuk antisipasi agar anaknya tidak menjadi korban keracunan MBG," kata Gandi.
Kepada bitvonline.com, Minggu (20/09/2026), Gandi Parapat mengaku sengaja menyampaikan seruan ini sebagai bagian dari usaha semakin bertambahnya korban keracunan MBG.
Baca Juga: PMPHI Curigai Ada Kesengajaan di Balik Keracunan MBG: "Ini Bukan Sekadar Makanan Basi" "Seruan ini bagian dari penyelamatan generasi penerus bangsa agar tidak menjadi korban keracunan MBG. Kita harus hentikan bertambahnya jumlah siswa/i menjadi korban keracunan MBG," tegasnya.
Menurut Gandi Parapat, tidak ada yang mengetahui secara pasti setiap makanan MBG yang didistribusikan ke sekolah untuk dikonsumsi para siswa/i bebas dari racun seperti yang banyak terjadi selama ini.
Yang pasti, lanjut Gandi Parapat, sudah ratusan peristiwa keracunan MBG terjadi di Indonesia. Dan, sudah ribuan pula anak-anak menjadi korban dari berbagai sekolah di Indonesia. "Ini mengerikan. Tragisnya, belum ada kita dengar pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diproses hukum hingga dipenjara," tegas Gandi.
Karena itulah, Gandi Parapat mengaku terpanggil untuk menyampaikan seruan kepada seluruh laporan masyarakat Indonesia untuk melarang anaknya mengkonsumsi makanan MBG.
"Jangan mau anak Anda menjadi korban keracunan. Kalau dampaknya hanya sekadar mual-mual dan mencret, mungkin tidak masalah. Karena akan segera sembuh kembali. Yang paling dikhawatirkan bila dampaknya seperti diagnosa dokter dialami beberapa korban makan MBG di Karo. Ada yang disebut mengalami gangguan ingatan, ginjal, dll," tegas Gandi.
Selain itu, seruan untuk melarang anak anak mengkonsumsi makanan MBG ini, juga berkaitan dengan sikap pemerintah yang ngotot mempertahankan program MBG. Padahal, pemerintah sendiri mengetahui sudah banyak korban keracunan MBG.
"Karena pemerintah ngotot mempertahankan dan melanjutkan MBG, ya kita hanya bisa menyerukan orang tua agar melarang anaknya makan MBG," tegas Gandi.*