JAKARTA — Mata terasa kurang nyaman atau penglihatan sedikit buram setelah beraktivitas dalam waktu lama belum tentu menandakan ukuran minus bertambah.
Kondisi tersebut bisa terjadi karena mata mengalami kelelahan, terutama setelah digunakan untuk melihat objek dekat atau menatap layar dalam waktu panjang.
Namun, penglihatan yang tetap kurang jelas meski mata sudah beristirahat perlu diperhatikan.
Baca Juga: 19 Daerah di Sumut Terdampak Asap Karhutla, Dinkes Minta Warga Gunakan Masker Perubahan kemampuan melihat dapat berkaitan dengan kelainan refraksi, tetapi kondisi tersebut tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan rasa buram atau tidak nyaman pada mata.
Dokter Spesialis Mata RSUD Bung Karno Kota Surakarta, dr. Andi Cleveriawan Arvi Putra, Sp.M, menjelaskan hal tersebut dalam podcast YouTube bertajuk "Kacamata Baru Malah Bikin Pusing? Hati-hati Bahaya Over Koreksi!".
Menurut dr. Andi, kondisi penglihatan setelah mata memperoleh waktu istirahat yang cukup dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan saat melakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan juga sebaiknya tidak dilakukan ketika mata baru saja bangun karena kondisi mata masih dapat dipengaruhi keadaan setelah tidur.
"Kalau misalnya apabila tadi saya bilang ketika fase istirahatnya sudah cukup, sudah enak, terutama di pemeriksaan pagi, tapi bukan pagi sekali. Mungkin sekitar jam 09.00, jam 10.00, jam 11.00, tapi melihatnya kurang jelas, berarti ada sesuatu," jelas dr. Andi.
Dengan demikian, mata lelah perlu dibedakan dari gangguan penglihatan yang tetap muncul setelah mata mendapatkan waktu istirahat.
Jika penglihatan masih terasa kurang jelas setelah beristirahat, pemeriksaan mata dapat dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
Dr. Andi mengingatkan bahwa kelainan refraksi tidak dapat disimpulkan hanya dengan melihat angka minus dan plus.
Gangguan penglihatan dapat berupa rabun jauh maupun rabun dekat.