MEDAN - Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara mulai membaik setelah sebelumnya sempat terdampak paparan kabut asap. Pada Sabtu (19/9/2026), kualitas udara di Medan tercatat dalam kategori sedang, sedangkan Deli Tua masuk kategori baik berdasarkan data yang dilampirkan sumber.
Sebelumnya, kabut asap sempat memengaruhi indeks kualitas udara di Sumatera Utara. Menurut BMKG Wilayah I Medan, asap tersebut merupakan kiriman dari wilayah lain yang terbawa angin menuju Sumut.
Berdasarkan data indeks kualitas udara pada 19 September 2026, Kota Medan mencatat AQI 75 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 22 mikrogram per meter kubik. Sunggal berada pada AQI 73 dengan PM2.5 sebesar 21 mikrogram per meter kubik.
Baca Juga: Razia Skala Besar Rutan Medan: Pasukan Gabungan Sita 4 HP, 500 WBP Bersih Narkoba Sementara Belawan tercatat memiliki AQI 56 dengan PM2.5 sebesar 11,9 mikrogram per meter kubik. Berastagi berada pada AQI 55 dengan PM2.5 sebesar 11,4 mikrogram per meter kubik.
Lubuk Pakam dan Binjai masing-masing mencatat AQI 57 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 12,3 mikrogram per meter kubik. Pematangsiantar memiliki AQI 62 dengan PM2.5 sebesar 14,8 mikrogram per meter kubik.
Deli Tua menjadi wilayah dengan kategori baik dengan AQI 32. Namun, data tersebut menunjukkan parameter PM10 masih terdeteksi sebesar 41,2 mikrogram per meter kubik.
Data indeks kualitas udara tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk arah angin yang dapat membawa kabut asap dari wilayah lain serta sumber polusi lokal seperti emisi kendaraan dan pembakaran sampah.
Dalam data tersebut, PM10 merupakan partikel dengan diameter aerodinamis hingga 10 mikrometer. Sementara PM2.5 merupakan partikulat halus berukuran hingga 2,5 mikrometer yang dapat masuk lebih jauh ke saluran pernapasan.
Kondisi kualitas udara di Sumatera Utara tetap perlu dipantau karena indeks dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin dan sumber emisi di masing-masing wilayah.* (tm/dh)