MEDAN - RSU Haji Medan kembali menerima seorang siswi asal Kabupaten Karo yang diduga menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswi berinisial JK (15) itu masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 16 September 2026 malam.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan drg Fitrady Ulianda Siregar mengatakan JK tiba di IGD pada pukul 22.15 WIB dengan keluhan nyeri di bagian ulu hati yang dirasakan sejak dua hari.
"Pasien berinisial JK masuk di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Haji Medan jam 22.15 WIB pada 16 September 2026," ujar Ulianda, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Bukan Lagi Pukul Rata Rp 6 Juta, BGN Rombak Formula Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis Menurut Ulianda, nyeri yang dirasakan JK juga menjalar hingga ke bagian dada. Selain itu, pasien mengeluhkan sakit kepala dan mual.
JK kemudian menjalani sejumlah pemeriksaan medis, termasuk Electroencephalography (EEG) untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik di otak.
Ulianda mengatakan kondisi JK saat ini menunjukkan perkembangan. Keluhan sakit kepala yang dirasakan pasien disebut mulai berkurang.
"Keluhan nyeri kepala sudah mulai berkurang. Saat ini pasien sudah dirawat di Ruangan Jabal Rahmah RSU Haji Medan," katanya.
Siswi SMK Negeri 1 Merdeka tersebut ditangani oleh dokter spesialis anak, yakni dr Sevina SpA dan dr Ade Rahmat SpA.
RSU Haji Medan sebelumnya juga telah merawat pasien lain yang diduga terkait kasus keracunan MBG dari Kabupaten Karo. Dengan masuknya JK, rumah sakit tersebut tercatat telah menangani tiga pasien dari Karo.
Dua pasien lainnya tercatat masuk pada 11 September 2026 dan 13 September 2026.
Kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo sebelumnya telah menyebabkan sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program tersebut.
Penanganan terhadap pasien JK saat ini masih dilakukan di RSU Haji Medan. Kondisi dan hasil pemeriksaan medisnya masih terus dipantau oleh tim dokter.* (mi/dh)