BANDA ACEH - Hospital Islam Azzahrah Malaysia dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh menjajaki kerja sama strategis dalam pengembangan ekosistem kesehatan yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut mencakup layanan medis, teknologi kesehatan digital hingga peluang pengembangan Hospital Islam di Aceh.
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa mengatakan pembahasan kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas. Pemanfaatan teknologi digital dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan menjadi bagian penting dalam kerja sama yang tengah dijajaki.
Hal itu disampaikan Malik kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Kisah Inspiratif Muhammad Maulana, Putra Ketua PWM Aceh yang Lulus S2 UGM Cumlaude Dalam tahap awal, ruang lingkup kerja sama yang dibahas meliputi layanan medical check-up, konsultasi medis, pengobatan, tindakan medis, operasi, layanan spesialis dan subspesialis hingga rehabilitasi kesehatan.
Selain layanan medis, kedua pihak juga menjajaki pengembangan ePharmacy, platform Telehealth Muhammadiyah, Fakultas Ilmu Kesehatan, konsep Teaching Hospital, platform Third Party Administrator (TPA), serta Kartu Kesehatan Muhammadiyah.
Sebagai langkah awal implementasi, PWM Aceh menyatakan minat untuk memulai kolaborasi dalam mempromosikan program DNA Wellness dan Genetic Testing bagi anggota Muhammadiyah maupun masyarakat umum.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan pemetaan profil genetik seseorang untuk membantu memahami potensi risiko kesehatan, kecenderungan penyakit tertentu, kebutuhan nutrisi, pola hidup hingga rekomendasi pencegahan dan perawatan yang lebih personal.
Hasil Genetic Testing tersebut nantinya direncanakan dapat diintegrasikan ke dalam Platform Telehealth Muhammadiyah sebagai bagian dari pengembangan Lifetime Healthcare Record. Konsep ini memungkinkan data kesehatan seseorang tersimpan secara berkelanjutan dan dapat digunakan untuk mendukung pemantauan kesehatan, konsultasi medis, tindakan pencegahan hingga pengambilan keputusan klinis.
Platform Telehealth Muhammadiyah juga diharapkan menjadi salah satu pilar transformasi digital layanan kesehatan Muhammadiyah. Platform tersebut dirancang untuk menghubungkan masyarakat dengan dokter, tenaga kesehatan, rumah sakit, farmasi serta layanan pendukung lainnya dalam satu ekosistem digital.
Tidak hanya layanan digital, Hospital Islam Azzahrah dan PWM Aceh turut menjajaki peluang pembangunan serta pengoperasian Hospital Islam di Aceh. Kerja sama itu berpotensi mencakup penyediaan aset, pengelolaan operasional rumah sakit, pengembangan layanan medis, pendidikan kesehatan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan layanan kesehatan Islam yang modern dan inovatif. Konsepnya tidak hanya ditujukan untuk Aceh, tetapi juga berpotensi dikembangkan ke wilayah lain di Indonesia melalui jaringan Muhammadiyah.