MEDAN - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan merawat empat pasien rujukan yang diduga menjadi korban keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Kabupaten Karo. Satu pasien di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan.
Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan Fitrady Ulianda Siregar mengatakan pasien yang masih dirawat kini berada di ruang rawat inap biasa.
"Totalnya 4 pasien tapi satu pulang, saat ini masih ada yang dirawat di ruangan 3 pasien," kata Fitrady, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Rektor Unsoed Pernah Tolak MBG dan KDMP, KPK Tegaskan Tak Ada Kaitannya dengan OTT Pasien yang telah pulang yakni Krismas Dayanti. Siswi SMKN 1 Berastagi tersebut merupakan pasien pertama yang dirujuk ke RSU Haji Medan dan sebelumnya sempat mengalami penurunan kesadaran.
"Yang atas nama Krismas hari Jumat sudah pulang," ujar Fitrady.
Menurut Fitrady, keluhan yang dialami para pasien saat pertama kali tiba di rumah sakit relatif serupa. Mereka mengalami gangguan pencernaan berupa mual, muntah dan sakit perut.
"Kondisinya rata-rata kemarin itu muntah, mual, sama sakit di perutnya, jadi dirawat sama dokter spesialis anak subspesialis konsultan gastro," jelasnya.
Saat ini tiga pasien yang masih menjalani perawatan disebut dalam kondisi cukup baik dan seluruhnya telah dipindahkan dari ruang perawatan intensif ke ruang rawat inap biasa.
Sebelumnya, salah satu korban asal SMKN 1 Berastagi sempat menjalani perawatan di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSU Haji Medan setelah dirujuk akibat kondisi kesehatan yang menurun.
Pada 19 Agustus 2026, Fitrady menyebut kondisi siswi tersebut mulai membaik. Pasien ketika itu sudah dapat duduk dan berkomunikasi dengan keluarga.
"Alhamdulillah kondisi siswi tersebut sudah sangat baik, tidak kesakitan lagi, sudah bisa duduk dan berkomunikasi dengan baik dengan keluarga," kata Fitrady saat itu.
Pasien tersebut sebelumnya juga disebut mengalami sindrom iritasi usus besar dengan keluhan seperti sakit perut, kembung dan perut terasa begah.