MEDAN - Kasus dugaan keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih terus dipantau. Satu siswa yang sebelumnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji Medan kini masih menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU), sementara satu pasien lain dilaporkan dirujuk ke RS Adam Malik karena sempat mengalami kondisi tidak stabil dan sesak nafas.
Kepala Bagian Umum Rumah Sakit Umum Haji Medan Anda Siregar mengatakan pasien yang dirawat di RS Haji Medan dipastikan mengalami gejala keracunan makanan. Meski masih dalam pengawasan ketat tim medis, kondisinya disebut menunjukkan perkembangan positif.
"Kalau dari sisi medis, bisa dikatakan keracunan (makanan) dan pasien masih berada di ruang PICU," kata Anda, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: Tangis Ibu Korban MBG Berastagi Pecah di Hadapan Kepala BGN: Apa Sebenarnya Racun yang Dimakan Anak Saya? Anda menyebut pasien mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, seperti sudah bisa duduk dan berbicara. Pihak rumah sakit memperkirakan pasien dapat dipindahkan ke ruang rawat inap biasa dalam waktu dekat.
"Kondisinya sebenarnya sudah mulai membaik, pasien sudah bisa duduk dan bicara. Mudah-mudahan lusa, pasien sudah bisa ke ruang ranap umum," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara Hamid Rijal Lubis menyampaikan ada satu pasien lagi yang dirujuk ke RS Adam Malik karena kondisinya sempat tidak stabil dan mengalami sesak napas.
"Infonya begitu ya. Tapi nanti saya pastikan terlebih dahulu," ujar Hamid.
Kasus ini bermula saat ratusan siswa dari sejumlah sekolah di Kabupaten Karo mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan program MBG pada Kamis (13/8/2026). Para siswa mengalami gejala mual, muntah, hingga kejang sehingga harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Tercatat sekitar 353 siswa tingkat SMA menjadi korban dalam kejadian tersebut, berasal dari sejumlah sekolah di wilayah Berastagi dan Kabanjahe, yakni SMA Negeri 1 Karo, SMK Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama, SMP Negeri 3 Kabanjahe, dan SMP Swasta Bersama.
Kejadian mulai muncul sekitar pukul 13.00 WIB, beberapa saat setelah para siswa menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Hamid mengatakan hasil pemeriksaan sampel makanan dari laboratorium telah selesai dan sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. Namun, ia menegaskan kewenangan mengumumkan hasil resmi tetap berada di pemerintah daerah setempat.
"Hasil lab-nya sudah keluar dan sudah kami kirim ke Dinkes Karo. Merekalah nanti yang berhak mengumumkan secara etika," jelasnya.* (k/dh)