NIAS BARAT – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan peningkatan kapasitas Puskesmas Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, agar mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih lengkap bagi masyarakat.
Pengembangan tersebut meliputi penambahan fasilitas rawat inap, tempat tidur, alat kesehatan, hingga tenaga medis untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap rumah sakit yang jaraknya mencapai dua jam perjalanan.
Saat meninjau Puskesmas Mandrehe, Kamis (16/7/2026), Bobby Nasution melihat langsung rencana pengembangan sarana dan prasarana, mulai dari penambahan kamar, layanan rawat inap, hingga kebutuhan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan.
Baca Juga: Rekonstruksi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias Rampung Desember 2026, Bobby Nasution Targetkan Siswa Tempati Gedung Baru Januari 2027 Peninjauan itu dilakukan bersama Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu.
Menurut Bobby, keberadaan Puskesmas Mandrehe sangat penting karena menjadi fasilitas kesehatan terdekat bagi masyarakat Kecamatan Mandrehe.
"Puskesmas ini lokasinya sangat dekat dengan masyarakat di sini (Mandrehe). Kalau ke RSUD itu bisa sampai 2 jam perjalanan. Jadi kita bangun di sini untuk rawat inap dan juga menambah tempat tidur, sehingga bisa melayani lebih banyak pasien," ujar Bobby Nasution.
Ia mengatakan, peningkatan kapasitas puskesmas merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan di Kepulauan Nias.
Setelah pembangunan rumah sakit dilakukan, pemerintah kini berfokus meningkatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama agar masyarakat yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten tetap memperoleh pelayanan medis yang memadai.
Bobby juga memastikan pemerintah akan memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, melalui berbagai skema kerja sama.
"Untuk dokter spesialisnya juga kita akan siapkan. Saat ini dokter di sini sedang sekolah, dan nanti juga ada yang lain. Menunggu itu, kita sudah buat perjanjian bahwa dokter dari RSUD harus ada rotasi untuk mengisi. Termasuk kerja sama dengan USU dan UGM, di mana dokter residen (dokter umum yang menempuh pendidikan spesialis) mereka intensif ada di sini (Kepulauan Nias), jadi bisa saling rotasi," kata Bobby Nasution.
Ia menambahkan, setelah pengembangan selesai, Puskesmas Mandrehe diharapkan mampu menangani lebih banyak layanan medis, mulai dari penyakit dalam, persalinan, kesehatan anak, anestesi, hingga tindakan medis lainnya yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit.
"Begitu juga untuk pembangunan ini, bukan hanya dari provinsi (Pemprov) saja. Tetapi dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat akan menyediakan alat kesehatan (alkes), seperti pemeriksaan kehamilan 4D dan untuk tindakan lainnya tanpa harus ke RS," ungkapnya.