JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk memastikan masyarakat kembali memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Pemulihan tidak hanya difokuskan pada pembangunan kembali fasilitas kesehatan yang rusak, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh.
Baca Juga: Dinkes Sumut Temukan Ribuan Warga Terindikasi Gangguan Kesehatan Jiwa Lewat Skrining CKG, Remaja Jadi Kelompok Terbanyak Langkah yang dilakukan meliputi penyediaan peralatan kesehatan yang lebih modern, pemenuhan obat-obatan dan logistik medis, penguatan tenaga kesehatan, hingga peningkatan sistem surveilans dan respons cepat terhadap potensi penyakit yang dapat muncul setelah bencana.
Selain membangun kembali fasilitas kesehatan, pemerintah juga menempatkan kesehatan mental sebagai bagian penting dalam proses pemulihan.
Program dukungan psikososial terus diperluas, disertai pemeriksaan status gizi masyarakat dan skrining kesehatan secara berkala bagi balita, ibu hamil, serta lanjut usia.
Langkah tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat pulih secara menyeluruh sehingga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk mempercepat pemulihan sektor kesehatan di wilayah terdampak.
Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pemulihan rumah sakit yang mengalami kerusakan.
"Yang disetujui tahap pertama adalah yang rumah sakit. Jadi ada Rp100 miliar lebih yang disetujui dari kesehatan," kata Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Selain rumah sakit, pemerintah juga tengah mempercepat dukungan bagi puskesmas agar pelayanan kesehatan tingkat pertama dapat segera kembali berjalan secara optimal.
Program pemulihan layanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026–2028.