JAKARTA – Gangguan penglihatan sering kali dianggap sebagai masalah pada mata yang dapat diatasi dengan mengganti kacamata, menggunakan obat tetes mata, atau memeriksakan diri ke dokter mata.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua keluhan penglihatan berasal dari mata.
Dalam beberapa kasus, gejala seperti penglihatan ganda, pandangan kabur, atau berkurangnya lapang pandang justru bisa menjadi tanda adanya gangguan pada otak, termasuk tumor otak.
Baca Juga: Jokowi Injak Kepala Kerbau Saat Penganugerahan Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya? Konsultan Bedah Saraf Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Medis PD Hinduja, Mahim, Dr. Abhijit G. Warade, menjelaskan bahwa mata memiliki hubungan langsung dengan otak melalui jalur saraf penglihatan.
"Sinyal visual berjalan dari mata melalui saraf optik, kiasma optik, dan traktus optik sebelum mencapai korteks visual di lobus oksipital. Gangguan apa pun di sepanjang jalur saraf ini, baik karena tumor, peningkatan tekanan, atau kejadian vaskular, dapat pertama kali muncul sebagai keluhan penglihatan," kata Dr. Warade, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, mata sebenarnya merupakan perpanjangan dari otak. Karena itu, gangguan penglihatan tidak boleh selalu dianggap sebagai masalah mata semata.
Dr. Warade menjelaskan terdapat beberapa jenis tumor otak yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan karena menekan jalur saraf optik.
Salah satunya adalah adenoma hipofisis, yaitu tumor yang tumbuh pada kelenjar pituitari.
Meski umumnya bersifat jinak, tumor ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap sehingga sering tidak disadari oleh penderitanya.
Selain itu, terdapat kraniofaringioma, tumor bawaan yang dapat ditemukan pada anak-anak maupun orang dewasa.
Tumor ini berkembang di sekitar kelenjar pituitari dan tidak hanya menimbulkan gangguan penglihatan, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan hormon.
Jenis lainnya adalah meningioma di daerah sella atau suprasella.