JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Hariqo Wibawa Satria, menyatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan program pemeriksaan kesehatan preventif pertama yang dilakukan secara nasional sejak Indonesia merdeka.
Pernyataan tersebut disampaikan Hariqo dalam sebuah acara di Hotel AONE, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).
"Belum pernah sejak Indonesia ini merdeka, ada pemeriksaan kesehatan preventif, sekarang namanya Cek Kesehatan Gratis, sekarang 100 juta orang sudah mendapatkan manfaat dari program ini," tutur Hariqo.
Baca Juga: Bukan Sekadar Makan Gratis, Gerindra Sebut MBG Ciptakan 1,3 Juta Lapangan Kerja Menurut Hariqo, program CKG dirancang untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia tanpa dipungut biaya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menyiapkan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Bukan hanya cek kesehatannya gratis, pengobatan gratis pada 15 hari pertama," ucapnya.
Ia menjelaskan, masyarakat yang diketahui mengalami gangguan kesehatan setelah menjalani pemeriksaan akan mendapatkan penanganan lanjutan melalui layanan BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kemudian setelah itu lanjutkan dengan BPJS gratis. Sehingga sekarang kalau ada teman-teman kita misalnya kalau dia sakit, tiba-tiba dia nunggak iuran, sebaiknya bisa juga kita sarankan, aktifkan saja BPJS-nya," tuturnya.
Hariqo menambahkan, selama peserta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, biaya pengobatan dapat ditanggung melalui program BPJS Kesehatan.
"Itu kan ditanggung pengobatannya. Asal mengikuti semua prosedur-prosedur," jelasnya.
Selain membahas program Cek Kesehatan Gratis, Hariqo juga menyinggung kebijakan pemerintah terkait pelabelan kandungan gizi pada produk pangan siap saji atau Nutri Level.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan membantu masyarakat, khususnya anak-anak, agar lebih mudah mengetahui kandungan gula, garam, dan lemak dalam makanan maupun minuman yang dikonsumsi.