JAKARTA – Telur menjadi salah satu bahan makanan yang hampir selalu tersedia di dapur masyarakat Indonesia.
Selain harganya relatif terjangkau, telur juga mudah diolah menjadi berbagai menu, mulai dari telur rebus, telur dadar, hingga telur orak-arik.
Meski menjadi makanan favorit banyak orang, masih ada pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat, yakni apakah mengonsumsi telur setiap hari benar-benar aman bagi kesehatan.
Baca Juga: Bakom RI: Prabowo Ingin Anak Indonesia Sehat, Cerdas, dan Mampu Bersaing pada 2045 Selama bertahun-tahun, telur sering dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol karena kandungan kolesterol yang terdapat pada kuning telur.
Namun, berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Para ahli gizi kini menilai bahwa bagi sebagian besar orang yang sehat, mengonsumsi satu butir telur setiap hari masih tergolong aman.
Bahkan, telur justru menjadi salah satu sumber makanan yang kaya akan zat gizi penting jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Ahli gizi Samantha Cassetty, MS, RD, mengatakan telur merupakan salah satu makanan dengan kandungan nutrisi yang padat.
Satu butir telur mengandung sekitar enam gram protein berkualitas tinggi, vitamin D, vitamin B12, selenium, kolin, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin yang berperan menjaga kesehatan mata dan fungsi otak.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa manfaat telur tidak hanya ditentukan oleh jumlah yang dikonsumsi, tetapi juga cara mengolahnya.
Menurutnya, telur sebaiknya direbus, dimasak poached, atau diolah menggunakan sedikit minyak nabati agar kandungan lemak jenuh tetap rendah.
Sebaliknya, menggoreng telur menggunakan banyak mentega atau menyajikannya bersama makanan tinggi lemak jenuh seperti bacon dan sosis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung apabila dikonsumsi secara berlebihan.