JAKARTA – Kunyit selama ini dikenal sebagai salah satu rempah yang kerap digunakan dalam berbagai masakan tradisional Indonesia.
Namun di balik warna kuning keemasannya yang khas, kunyit ternyata menyimpan manfaat besar bagi kesehatan usus dan sistem pencernaan.
Menjaga kesehatan usus umumnya identik dengan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran, serta makanan fermentasi seperti yogurt dan kimchi.
Baca Juga: APINDO Bertemu Ratu Máxima di Belanda, Dorong Penguatan Literasi dan Kesehatan Finansial Pekerja Namun, ahli gizi Kristen Lorenz, RD, menyebut kunyit sebagai salah satu rempah terbaik yang dapat mendukung kesehatan usus berkat kandungan senyawa aktif bernama kurkumin.
Kurkumin merupakan komponen utama dalam kunyit yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi atau antiperadangan yang kuat.
Senyawa ini membantu menjaga lapisan usus tetap sehat dengan mengurangi peradangan yang dapat mengganggu fungsi pencernaan.
Lapisan usus berperan penting dalam menyerap nutrisi yang dibutuhkan tubuh sekaligus menjadi benteng pertahanan terhadap racun dan mikroorganisme berbahaya yang masuk ke saluran pencernaan.
Ketika kondisi lapisan usus tetap terjaga, proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dapat berlangsung lebih optimal.
Selain itu, efek antiinflamasi kurkumin juga dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan pencernaan yang berhubungan dengan peradangan, termasuk inflammatory bowel disease (IBD) atau penyakit radang usus.
Tak hanya melindungi lapisan usus, kunyit juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
Mikrobioma merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan dan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Menurut Lorenz, kunyit dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus.