MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonosis, khususnya flu burung (Avian Influenza), melalui penguatan Tim Gerak Cepat (TGC) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia tersebut.
Komitmen itu diwujudkan melalui Workshop Penguatan Tim Gerak Cepat (TGC) Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Joint Outbreak Investigation (JOI) serta Respons KLB Flu Burung yang digelar di Medan, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca Juga: Antusias Piala Dunia 2026 Tinggi, Bobby Nasution Ingatkan ASN Tetap Prioritaskan Pelayanan Publik Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, mengatakan flu burung masih menjadi salah satu ancaman kesehatan global yang perlu diwaspadai secara serius.
Menurut dia, perkembangan berbagai varian virus baru menuntut kewaspadaan yang tidak boleh menurun.
"Perkembangan global menunjukkan adanya berbagai varian virus baru. Kondisi ini menuntut kewaspadaan kita agar tidak boleh berkurang sedikit pun," kata Sulaiman dalam sambutannya.
Ia menegaskan, respons terhadap potensi wabah harus dilakukan secara terpadu melalui investigasi lapangan yang cepat dan koordinasi lintas sektor.
Menurut dia, karakteristik wilayah Sumatera Utara yang memiliki aktivitas peternakan, perdagangan, serta mobilitas masyarakat yang tinggi membuat daerah ini memiliki risiko lebih besar terhadap penyebaran penyakit zoonosis.
"Upaya terpadu melalui investigasi lapangan yang cepat serta koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar setiap potensi penularan dapat diantisipasi sedini mungkin," ujarnya.
Sulaiman menyebut pemerintah daerah terus mendorong penerapan pendekatan One Health atau Satu Kesehatan yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu sistem penanganan.
Menurut dia, penanggulangan penyakit zoonosis tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas instansi.
"Tantangan penanggulangan penyakit zoonosis tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja," kata dia.