MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut polemik pasangan suami istri yang meminta bantuan biaya pengobatan anaknya di RS Mitra Medika Premiere senilai Rp147 juta dipicu kesalahan dalam proses rujukan fasilitas kesehatan.
Menurut Bobby, rumah sakit yang pertama kali menangani pasien diduga merujuk ke fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga biaya pengobatan tidak ditanggung skema jaminan kesehatan nasional.
"Sudah beres ya. Kita bukan bela siapa pun, tapi kita lihat memang rujukannya yang salah. Rumah sakit yang dirujuk itu tidak melayani BPJS," kata Bobby kepada wartawan, Senin, 8 Juni 2026.
Baca Juga: Robohnya 12 Tower Transmisi Sumut Picu Pemadaman Bergilir, Desakan Audit Infrastruktur Menguat Bobby menegaskan pemerintah tidak menyalahkan keluarga pasien yang sempat viral karena meminta bantuan hingga bersujud di kantor gubernur.
Namun ia menyoroti mekanisme rujukan yang dinilai keliru sejak awal.
"Saya tidak salahkan pasiennya, tapi rumah sakit yang merujuk. Ini yang sedang kita cek ke Dinas Kesehatan," ujarnya.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menanggung biaya pengobatan pasien tersebut.
Namun, Pemprov juga akan menelusuri dan meminta pertanggungjawaban rumah sakit yang melakukan rujukan.
"Sudah ditanggung pemerintah provinsi. Tapi nanti kita minta pertanggungjawaban rumah sakit yang merujuk," kata Bobby.
Menurutnya, fasilitas layanan kesehatan di Kota Medan sudah cukup memadai, termasuk rumah sakit yang melayani pasien BPJS.
Karena itu, ia mempertanyakan alasan rujukan ke rumah sakit yang tidak bekerja sama dengan BPJS.
"Kita punya RS Adam Malik dan rumah sakit lain yang melayani BPJS. Jadi ini perlu kita tanya kenapa dirujuk ke sana," ujarnya.