MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung untuk memperkuat layanan kesehatan mata di daerah tersebut.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang jejaring pengampuan mata yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama manajemen Rumah Sakit Mata Cicendo di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu, 3 Juni 2026.
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan setelah sebelumnya fokus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Baca Juga: Keselamatan Penonton Jadi Prioritas, Stadion Teladan Dilengkapi Jalur Evakuasi Gubernur Bobby Nasution mengatakan peningkatan mutu pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan fasilitas dan kapasitas layanan rumah sakit.
"Program prioritas kami di bidang kesehatan pada awal masa jabatan adalah memastikan masyarakat Sumut dapat mengakses layanan kesehatan. Setelah itu, fokus kami adalah meningkatkan kualitas layanan yang diterima masyarakat," kata Bobby.
Menurut dia, peningkatan kualitas layanan dilakukan melalui pembenahan berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit daerah.
Kerja sama dengan Rumah Sakit Mata Cicendo disebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan mata yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
"Kami terus berupaya memperbaiki fasilitas kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, maupun RSUD. Hari ini merupakan bagian dari pengoptimalan layanan rumah sakit, khususnya rumah sakit mata milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara," ujarnya.
Rumah Sakit Mata Cicendo sendiri merupakan pusat layanan kesehatan mata nasional yang selama ini menjadi rujukan berbagai kasus gangguan penglihatan dan penyakit mata di Indonesia.
Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo, Antonia Kartika, menjelaskan program jejaring pengampuan mata akan difokuskan pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis mata dan perawat yang bertugas di berbagai rumah sakit di Sumatera Utara.
Menurut Kartika, program tersebut sebenarnya telah dimulai melalui pembelajaran teori secara daring dan akan dilanjutkan dengan pelatihan langsung bagi tenaga kesehatan.
"Kami sudah memulai tahap pertama berupa peningkatan pengetahuan dasar melalui pertemuan daring. Selanjutnya akan dilakukan workshop bagi dokter mata dari sekitar 49 rumah sakit di Sumatera Utara serta perawat mata, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan operasi katarak," katanya.