JAKARTA — Pemerintah Indonesia memperketat kewaspadaan di seluruh pintu masuk negara menyusul penetapan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 17 Mei 2026.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengatakan status darurat tersebut menandakan perlunya kewaspadaan global, meskipun Ebola belum dikategorikan sebagai pandemi.
"Penetapan ini dilakukan karena adanya penyebaran lintas wilayah, tingginya angka kematian, serta ketidakpastian luas penyebaran wabah di Afrika Tengah," ujar Aji dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Pemerintah Bisa Setop Ekspor Minyak dalam Kondisi Darurat, Ini Aturan Barunya Selain di RD Kongo, kasus terkait perjalanan juga dilaporkan muncul di Kampala, Uganda, dan Kinshasa.
Kondisi ini dipicu mobilitas penduduk yang tinggi serta keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.
Aji menegaskan Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan global dan memperkuat pengawasan lintas sektor, terutama di bandara dan pelabuhan internasional.
"Kami memastikan seluruh pintu masuk negara meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, khususnya yang berasal dari negara terdampak," katanya.
Kemenkes telah menyiagakan petugas kesehatan di lapangan, memperketat skrining pelaku perjalanan, serta menyiapkan mekanisme rujukan ke rumah sakit rujukan berstandar internasional apabila ditemukan gejala yang mengarah pada Ebola.
Seluruh sistem pengawasan juga diintegrasikan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) yang aktif memantau laporan 24 jam.
Di sisi lain, pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi palsu terkait Ebola yang beredar di media sosial.
"Ebola merupakan penyakit infeksi virus dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen," ujar Aji.
Ia menjelaskan terdapat tiga strain virus yang menjadi penyebab utama wabah, yakni Ebola Virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan Bundibugyo Virus Disease (BVD) yang saat ini terdeteksi di Kongo.