TEBING TINGGI – Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Kesehatan meluruskan informasi terkait data HIV/AIDS di wilayahnya. Klarifikasi ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman publik terhadap angka kasus yang beredar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, dr. Fitri Sari Saragih, M.Kes, menjelaskan bahwa berdasarkan data Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) Kementerian Kesehatan RI sejak 2013 hingga April 2026, jumlah kasus HIV terkonfirmasi di Tebing Tinggi mencapai 698 kasus secara kumulatif.
"Angka tersebut adalah total akumulasi selama 13 tahun, bukan lonjakan kasus baru dalam waktu singkat. Ini perlu diluruskan agar tidak terjadi misinterpretasi," ujar Fitri, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Alarm Serius di Batu Bara! Kasus HIV Meningkat, Narkoba dan Seks Bebas Ancam Generasi Muda Ia menegaskan, langkah ini sejalan dengan target nasional Ending AIDS 2030 melalui strategi 95-95-95, yakni 95 persen mengetahui status, 95 persen mendapatkan pengobatan, dan 95 persen virus tersupresi.
Skrining Massif dan Deteksi Dini
Pada tahun 2025, Dinas Kesehatan mencatat telah melakukan skrining terhadap 5.932 orang atau 93 persen dari target, dengan temuan 110 kasus baru. Menurut Fitri, capaian ini menunjukkan efektivitas program deteksi dini.
"Kami mengejar skrining agar kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi bisa ditemukan lebih awal. Ini bagian dari strategi STOP HIV," katanya.
Strategi STOP (Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan) disebut menjadi kunci untuk menekan laju penularan dan mempercepat pengobatan.
Layanan Gratis dan Penguatan PengobatanPemerintah Kota Tebing Tinggi memastikan layanan tes HIV (VCT) dan pengobatan ARV diberikan secara gratis di fasilitas kesehatan.
Layanan tersebut meliputi:
- RSUD dr. H. Kumpulan Pane sebagai pusat rujukan utama- Puskesmas Satria, Rantau Laban, Pabatu, Pasar Gambir, dan Tanjung Marulak- Dukungan komunitas seperti Yayasan Medan Plus, Charitas PSE, PKBE Sumut, dan YKS
Pemko juga memperkuat strategi notifikasi pasangan, skrining ibu hamil, serta pasien TB untuk memperluas jangkauan deteksi.