JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sejumlah jenis makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan pada anak.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan temuan tersebut berdasarkan hasil evaluasi tim investigasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
"Beberapa jenis makanan yang ditemukan berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare," ujar Nanik, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: BGN Wajibkan SPPG Kantongi SLHS Agustus 2026, yang Belum Daftar Siap-siap Disuspensi Salah satu menu yang menjadi sorotan adalah soto. Menurut Nanik, makanan ini berisiko jika kondimennya masih mentah seperti kol, seledri, dan tauge, serta disajikan dengan kuah yang sudah dingin.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kontaminasi bakteri seperti Escherichia coli (E. coli), terutama jika dikonsumsi oleh anak dengan daya tahan tubuh rendah.
Selain soto, BGN juga mencatat menu seperti nasi kuning, nasi uduk, dan nasi goreng berisiko menyebabkan gangguan pencernaan karena mudah basi.
Jenis makanan lain yang turut disorot adalah olahan mi, terutama jika dimasak langsung bersama sayuran, serta ayam suwir yang dinilai memiliki risiko tinggi jika bahan baku tidak segar dan proses pengolahan tidak higienis.
"Ayam suwir seringkali menggunakan bahan yang tidak segar dan prosesnya tidak higienis, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi," jelasnya.
Tak hanya itu, makanan berbasis saus yang dimasak kurang matang dan dikonsumsi setelah waktu lama juga berpotensi memicu gangguan pencernaan.
BGN juga menyoroti menu seperti ayam bakar dan ikan barbeque yang dimasak menggunakan alat torch, sehingga tingkat kematangannya tidak merata hingga ke bagian dalam.
Untuk sementara, BGN tidak merekomendasikan menu-menu tersebut dalam program MBG sebelum standar pengolahan dan kualitas juru masak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar terpenuhi.
Langkah ini diambil guna memastikan keamanan pangan dan kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat program.*