JAKARTA — Penyakit campak tidak hanya menyerang anak-anak. Kalangan dewasa, terutama di lingkungan urban, juga memiliki risiko terpapar penyakit ini akibat menurunnya daya tahan tubuh.
Ketua Satgas Vaksinasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Sukamto Koesnoe, mengatakan gaya hidup modern menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kerentanan tersebut.
"Kami banyak menemukan orang dewasa muda dengan pola hidup kurang sehat, seperti sering lembur dan kurang tidur. Kondisi ini menyebabkan penurunan sel limfosit," ujar Sukamto, Sabtu, 4 April 2026.
Baca Juga: Wakil Bupati Asahan Buka Seminar EduDay 2026 – Integrasikan AI dan Pemrograman ke Ruang Kelas Limfosit merupakan bagian dari sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, termasuk virus penyebab campak.
Menurut Sukamto, kebiasaan kurang tidur, aktivitas sosial tinggi, serta kelelahan kronis dapat menurunkan imunitas, sehingga memudahkan virus masuk ke dalam tubuh.
Selain faktor gaya hidup, penurunan efektivitas vaksin juga menjadi penyebab lain. Ia menjelaskan, antibodi hasil vaksinasi masa kanak-kanak dapat menurun dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun.
"Setelah periode tersebut, kekebalan tubuh terhadap virus dapat berkurang, sehingga risiko infeksi kembali meningkat," katanya.
Kondisi medis tertentu, seperti pasien yang menjalani kemoterapi, juga dapat menyebabkan penurunan sistem imun secara signifikan. Hal ini membuat individu lebih rentan terhadap berbagai penyakit infeksi, termasuk campak.
Para ahli mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, istirahat cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memastikan sistem kekebalan tubuh tetap optimal.*
(ds/dh)