JAKARTA– Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mendorong penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok di bidang kesehatan, dengan fokus pada pencegahan Tuberkulosis (TB), pengembangan obat tradisional, bioteknologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan medis.
Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, Lei Haichao, Budi menyoroti keberhasilan Tiongkok menurunkan angka prevalensi TB dari tingkat sedang ke rendah.
Indonesia berharap dapat mengadopsi strategi serupa untuk diterapkan di dalam negeri.
Baca Juga: Pembatasan Media Sosial Anak Sesuai Usia, Ini Rekomendasi Psikolog "China dan Indonesia memiliki banyak kesamaan prioritas di bidang kesehatan, khususnya dalam transformasi kualitas layanan kesehatan serta promosi pencegahan penyakit. Kita bisa saling belajar sekaligus memajukan kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Budi dalam keterangan tertulis yang diterima dari Beijing, Minggu (29/3).
Selain masalah penyakit menular, Menkes juga menekankan pentingnya pengembangan teknologi AI dan Brain to Computer Interface (BCI).
Teknologi ini diproyeksikan mendukung pencegahan dan pemulihan pasien stroke serta gangguan kesehatan otak lainnya di Indonesia.
"AI tidak akan menggantikan dokter, tetapi dokter yang tidak memanfaatkan AI akan tertinggal," tegas Budi dalam pidatonya di forum internasional di Beijing. Ia menekankan bahwa adaptasi teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan medis.
Kunjungan kerja ini juga menorehkan capaian konkret. Bio Farma, perusahaan farmasi Indonesia, menandatangani kesepakatan lanjutan dengan Sinovac terkait pengembangan dan produksi vaksin secara mandiri.
Selain itu, Tiongkok mendukung program fellowship bagi dokter spesialis Indonesia; tercatat 113 dokter telah menempuh pendidikan di berbagai rumah sakit di Tiongkok dalam setahun terakhir.
Kesepakatan ini memperkuat komitmen yang sebelumnya telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang pada Mei 2025 terkait pengobatan tradisional dan penanggulangan TB.*
(mt/dh)