MEDAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara melaporkan temuan 387 kasus suspek campak sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Dari jumlah tersebut, 18 di antaranya terkonfirmasi positif campak, sementara tidak ada laporan korban jiwa terkait wabah ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumut, Novita Saragih, mengungkapkan bahwa kasus suspek campak tersebut dilaporkan hingga tanggal 4 Maret 2026.
Baca Juga: Dinkes Sumut Kembangkan 52 Puskesmas Rawat Inap Plus untuk Kurangi Penumpukan Pasien RS Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa angka kematian akibat campak tetap nihil.
"Sebanyak 387 kasus suspek campak terdeteksi, dan 18 kasus di antaranya dinyatakan positif. Namun, alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia," ujarnya dalam konferensi pers pada Kamis, 26 Maret 2026.
Novita juga menjelaskan bahwa meskipun terjadi peningkatan kasus campak, tingkat vaksinasi Measles Rubella (MR) di Sumut sejak tahun 2024 mengalami kenaikan.
Capaian imunisasi MR meningkat dari 80,79 persen pada 2024 menjadi 84,1 persen pada 2025, meskipun belum mencapai target nasional sebesar 93 persen. Keterbatasan stok vaksin menjadi salah satu tantangan utama dalam pencapaian target tersebut.
"Pada 2025, kami menghadapi masalah pasokan vaksin MR. Karena vaksin rutin bayi juga digunakan untuk kampanye MR pada bulan Agustus, buffer dari pusat tidak mencukupi sehingga stok vaksin tidak maksimal," jelas Novita.
Ia mengungkapkan bahwa meskipun beberapa daerah sudah menunjukkan peningkatan capaian vaksinasi, distribusi vaksin yang terbatas menyebabkan beberapa Posyandu di Sumut belum bisa mencapai target imunisasi.
Tercatat, hanya delapan dari 33 kabupaten/kota di Sumut yang berhasil mencapai target vaksinasi MR, dengan Kabupaten Deli Serdang mencatatkan angka tertinggi, yakni 132,51 persen.
Novita menegaskan bahwa pemberian vaksin MR dosis pertama saja tidak cukup untuk memberikan perlindungan optimal terhadap penyakit campak.
"Dosis pertama belum bisa memberikan kekebalan kelompok yang optimal, sehingga dosis kedua sangat penting untuk mencapai perlindungan 95 persen," tuturnya.*