ACEH TAMIANG — Asosiasi Instalasi Gas Medik Indonesia (AIGMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sistem instalasi gas medik kepada RSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat pemulihan layanan kesehatan pascabencana di wilayah tersebut.
Penyerahan donasi dilakukan dalam kegiatan serah terima program AIGMI Peduli yang berlangsung di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang.
Baca Juga: Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2026, Bupati Paluta Tekankan: Bukan Sekadar Dokumen, Tapi Kontrak Moral Acara tersebut dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, perwakilan UPT Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Jakarta dan Medan, pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, serta pengurus dan anggota AIGMI dari berbagai wilayah di Indonesia.
Bantuan yang disalurkan bernilai sekitar Rp1,16 miliar.
Donasi itu merupakan hasil kolaborasi sejumlah perusahaan anggota AIGMI yang bergerak di bidang instalasi gas medik dan alat kesehatan.
Paket bantuan mencakup perbaikan instalasi jaringan gas medik serta penyediaan berbagai peralatan penting, di antaranya sistem sentral kompresor gas medik, sentral vakum medik, perbaikan sistem manifold oksigen dan N2O, perbaikan jaringan instalasi gas medik, serta puluhan unit flowmeter dan suction regulator.
Penempatan peralatan tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah terdampak bencana yang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah dan pihak rumah sakit.
Ketua Umum AIGMI, Deviatri Syam, mengatakan instalasi gas medik merupakan salah satu infrastruktur vital dalam pelayanan rumah sakit karena berperan langsung dalam mendukung layanan medis di ruang ICU, ruang operasi, hingga instalasi gawat darurat.
"Proses pemulihan instalasi gas medik di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang telah kami lakukan sejak 15 Desember 2025 dan kini sudah berfungsi dengan baik," kata Deviatri.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu fasilitas kesehatan di Aceh Tamiang memberikan pelayanan medis yang lebih optimal, terutama dalam kondisi darurat maupun pelayanan yang membutuhkan dukungan sistem gas medik yang andal.