NIAS SELATAN – Aliran anggaran operasional ke Puskesmas Susua, Kabupaten Nias Selatan, tercatat meningkat dalam dua tahun terakhir.
Dana yang bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu melampaui Rp3 miliar sepanjang 2022 hingga 2023.
Namun, di tengah peningkatan tersebut, angka kunjungan pasien tercatat relatif stagnan.
Baca Juga: Copot Kadis Pertanian BatuBara, Diduga Proyek Irigasi Abal Abal Sei Mataram Disorot DPRD Gerindra. Berdasarkan laporan keuangan pemerintah daerah, pendapatan JKN Puskesmas Susua pada 2022 tercatat sebesar Rp329.273.700.
Setahun kemudian, jumlah itu naik menjadi Rp509.593.037.
Selain dana JKN, fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut juga menerima Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar per tahun dan tingkat realisasi anggaran mendekati 100 persen.
Jika digabungkan, total dana operasional yang dikelola pada 2022 diperkirakan sekitar Rp1,5 miliar. Pada 2023 jumlahnya meningkat menjadi sekitar Rp1,7 miliar.
Di sisi lain, tingkat kunjungan pasien tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rata-rata kunjungan pasien pada 2022 berada di kisaran 40 orang per bulan.
Pada 2023, jumlah tersebut sedikit menurun menjadi sekitar 38 orang per bulan. Dengan angka itu, jumlah pasien per hari kerja tergolong terbatas.
Data pengelolaan dana JKN juga memperlihatkan kenaikan pada komponen belanja barang dan jasa. Pada 2022 tercatat sebesar Rp76.838.650, kemudian meningkat menjadi Rp160.451.200 pada 2023.
Belanja modal juga tercatat dalam dua tahun berturut-turut, yakni Rp54.870.710 pada 2022 dan Rp43.385.787 pada 2023.
Umumnya, belanja modal digunakan untuk pengadaan peralatan atau aset yang mendukung pelayanan kesehatan.