NIAS SELATAN — Suara tangis balita yang hendak diimunisasi terdengar seperti biasa di sejumlah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kecamatan Mazo.
Namun, beberapa ibu merasakan ada yang berbeda: tidak ada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dibagikan bersamaan dengan kegiatan imunisasi.
Keluhan itu mencuat dari wilayah kerja Puskesmas Mazo. Sejumlah ibu mengaku tidak menerima PMT saat membawa anak mereka untuk imunisasi.
Baca Juga: AS Resmikan Kantor Konsuler di Bali, Kapolda Tegaskan Komitmen Keamanan Padahal, dalam skema intervensi gizi pemerintah, PMT menjadi salah satu instrumen penting dalam mencegah kekurangan gizi kronis yang berujung stunting.
Pemerhati kesehatan Abdul Haris Lase, Rabu (25/2/2025), mengatakan informasi yang dihimpunnya di lapangan menunjukkan adanya kekosongan distribusi PMT di sejumlah desa di Kecamatan Mazo.
"Banyak ibu-ibu menyampaikan bahwa saat tim puskesmas datang melakukan imunisasi, tidak ada PMT yang dibagikan," ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan program pencegahan stunting di tingkat layanan dasar.
Ia juga menyoroti aspek anggaran yang seharusnya melekat dalam kegiatan tersebut.
"Ini akan kami telusuri lebih serius. Jika ada dugaan penyimpangan anggaran, tentu akan kami laporkan ke kejaksaan untuk diproses," kata Abdul.
Kepala Puskesmas Mazo, Jakinwati Laia, membantah adanya kelalaian dalam pelaksanaan program.
Ia menegaskan kegiatan imunisasi dan pemberian PMT di 10 desa wilayah kerja Puskesmas berjalan baik.
Meski demikian, Jakinwati mengakui dirinya baru menjabat sebagai kepala puskesmas sejak Agustus 2026.