PADANGSIDIMPUAN – Keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (DMBG) di Jalan Pembangunan, eks Komplek DPR, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, menuai keluhan dari warga sekitar.
Program pemerintah pusat tahun anggaran 2025 yang digagas Presiden Prabowo ini dinilai kurang diawasi dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, Rabu (4/2/2026).
Berdasarkan penelusuran media saat melakukan investigasi lapangan, aliran drainase dari dapur MBG tidak steril dan mengganggu pemukiman warga.
Baca Juga: PBNU Tegaskan Komitmen Indonesia: Prabowo Diminta Waspada Agar Tidak Rugikan Palestina Sampah menumpuk di parit sempit, menimbulkan aroma busuk, serta terlihat belatung berkeliaran. Warga mengaku harus membersihkan area drainase setiap hari agar bau tidak menyebar ke rumah.
"Seharusnya program makan bergizi gratis menjadi nilai positif, tapi kenyataannya menimbulkan persoalan bagi masyarakat. Jika dibiarkan, ini bisa menimbulkan penyakit dan catatan buruk bagi proyek pusat," ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga menilai respons pihak pengelola lambat. Meski sudah menyampaikan keluhan kepada staf dapur MBG, belum ada tanggapan resmi maupun tindakan perbaikan.
Tokoh masyarakat itu menambahkan, Pemerintah Kota Padangsidimpuan, khususnya Wali Kota H. Letnan Dalimunthe, S.K.M., M.Kes, diharapkan segera menindaklanjuti masalah ini dengan melakukan investigasi lapangan, memberikan sanksi, atau menutup dapur jika tidak ada perbaikan.
Keluhan ini menjadi peringatan bahwa pengawasan program pusat, khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, perlu lebih ketat agar manfaat program tidak justru menimbulkan masalah baru.*
(dh)