JAKARTA — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pentingnya pengawasan ketat di bandara untuk mencegah masuknya virus Nipah ke Indonesia.
Virus ini memiliki tingkat kematian tinggi meski jumlah kasus global relatif kecil dibandingkan pandemi COVID-19.
"Kontrol ketat itu paling penting. Jadi karantina kesehatan harus diperkuat. Setiap saya ke bandara di Indonesia, saya selalu cek Balai Karantina Kesehatan," ujar Benjamin di Istana Negara, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Tujuh Terdakwa Korupsi Wastafel Sekolah di Aceh Didakwa Rugikan Negara Rp 2,97 Miliar Benjamin menjelaskan, pengawasan dilakukan di seluruh terminal, baik kedatangan maupun keberangkatan.
Langkah ini meniru pengawasan ketat yang dilakukan negara lain, seperti Thailand, untuk mencegah penyebaran virus Nipah.
Virus Nipah sendiri pertama kali terdeteksi di India. Gejala awal infeksi biasanya berupa demam, yang dapat berkembang menjadi pneumonia berat.
Meskipun kasusnya relatif jarang — hanya dua orang dari 1,5 miliar penduduk India tercatat terinfeksi — Wamenkes menekankan kewaspadaan tetap harus dijaga.
Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan belum mendeteksi kasus virus Nipah di Indonesia.
Langkah pencegahan, termasuk pengawasan di bandara, diharapkan bisa menahan penyebaran virus sebelum memasuki wilayah nasional.*
(d/dh)