DENPASAR – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, memimpin rapat teknis koordinasi untuk memperkuat program Posyandu Tahun 2026.
Rapat digelar di Gedung Kertasabha, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/1), dihadiri Ketua TP Posyandu kabupaten/kota, kepala dinas terkait, serta pengurus Posyandu tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Kegiatan ini bertujuan menyinergikan program TP Posyandu Provinsi Bali dengan kabupaten/kota, sekaligus memperkuat peran tim pembina dalam pembinaan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Baca Juga: KPK Rampungkan Berkas, Kasus Suap Jalur Kereta Sumut Masuk Pengadilan "Sinergitas, koordinasi, dan konsultasi itu sangat penting. Apa yang dirancang di tingkat provinsi harus tersampaikan hingga desa. Kalau alurnya jelas, program akan berjalan efektif dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," kata Putri Koster.
Tahun ini, TP Posyandu Provinsi Bali merancang sejumlah kegiatan utama, mulai dari pembinaan dan sosialisasi Posyandu enam bidang SPM, penyaluran bantuan berupa beras, susu, dan telur untuk kader Posyandu, hingga pelaksanaan Bina Posyandu untuk peningkatan kapasitas kader dan pengurus.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap sepanjang 2026 di sembilan kabupaten/kota se-Bali.
Selain itu, TP Posyandu Bali juga menyelenggarakan berbagai lomba menyambut Hari Posyandu tingkat provinsi, antara lain lomba PSP PSBS, lomba Tim Pembina Posyandu, dan lomba Telajakan.
Monitoring dan evaluasi PSBS serta kegiatan Kulkul Posyandu/PKK menjadi bagian dari penguatan koordinasi antarpegiat Posyandu.
"Kita harus sering bertemu, minimal sebulan sekali, untuk mengevaluasi program. Dengan begitu, Posyandu bisa semakin mantap dan tepat sasaran," tegas Putri Koster.
Melalui koordinasi berjenjang dari provinsi hingga desa/kelurahan, TP Posyandu Bali berharap dapat membangun gerakan gotong royong di tingkat rumah tangga sebagai fondasi penguatan layanan Posyandu.*
(dh)