JAKARTA — Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menargetkan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera dapat pulih sepenuhnya pada Maret 2026.
Menurut Menkes, masih banyak fasilitas penunjang yang harus diperbaiki, mulai dari kasur pasien hingga ambulans yang rusak.
Dalam rapat kerja bersama anggota DPR-RI Komisi IX, Senin (19/1/2026), Menkes menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sektor swasta untuk mempercepat perbaikan ambulans dan fasilitas kesehatan lainnya.
Baca Juga: INALUM Gelar Lomba Pemadam Kebakaran 2026, Dorong Kesiapsiagaan dan Budaya K3 di Lingkungan Kerja "Target kita berikutnya adalah di bulan Maret kita mau recover semuanya 100 persen. Jadi Bapak-Ibu kalau datang nanti, kita sudah list semua rumah sakit, puskesmas, kurangnya apa," ujar Menkes.
Ia menambahkan, saat ini sekitar 70–80 persen ambulans di wilayah terdampak sudah bisa beroperasi kembali.
Menkes juga membuka peluang donasi peralatan medis seperti x-ray agar layanan kesehatan bisa segera kembali normal.
Selain itu, rehabilitasi rumah tenaga kesehatan menjadi prioritas karena kondisi hunian yang rusak dapat menghambat kinerja nakes.
Pihak Kementerian Kesehatan telah mengajukan 3.265 rumah tenaga kesehatan untuk diperbaiki melalui Kementerian Dalam Negeri dan BNPB.
Menkes menegaskan bahwa tenaga kesehatan harus dalam kondisi siap agar dapat melayani masyarakat secara optimal.
"Kalau nakesnya sendiri masih bingung mengurus rumahnya karena rusak atau hilang, bagaimana dia bisa bekerja? Prioritas ini penting agar layanan kesehatan bisa pulih dengan cepat," tutur Budi Gunadi Sadikin.
Dengan upaya perbaikan fasilitas dan koordinasi lintas lembaga, pemerintah menargetkan seluruh layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera dapat pulih sepenuhnya pada awal Maret 2026.*
(d/dh)