MEDAN — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, meminta masyarakat tetap tenang menyikapi kabar temuan kasus yang disebut sebagai Super Flu di Sumatera Utara.
Hingga kini, Dinas Kesehatan Kota Medan memastikan belum ditemukan kasus serupa di wilayah Kota Medan.
Surya menegaskan, istilah Super Flu bukanlah terminologi medis resmi. Sebutan tersebut merujuk pada Influenza A (H3N2) yang pola penularannya serupa dengan flu musiman pada umumnya.
Baca Juga: Kronologi Truk Pengangkut Pisang Tabrak Kereta di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Asahan "Perlu diluruskan bahwa Super Flu ini bukan penyakit baru. Istilahnya lebih populer di masyarakat. Penularannya mirip flu biasa, jadi warga tidak perlu panik berlebihan," kata Surya, Rabu, 14 Januari 2026.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap sejumlah gejala yang patut diantisipasi.
Gejala tersebut antara lain demam tinggi yang tidak kunjung turun, batuk, pilek, sesak napas, sakit kepala, nyeri tenggorokan, serta kondisi tubuh yang terasa lemas.
"Jika mengalami gejala seperti itu, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit agar mendapat penanganan medis yang tepat," ujarnya.
Surya menekankan pentingnya langkah pencegahan sebagai upaya utama menekan penularan.
Ia mengimbau warga menggunakan masker, terutama bagi yang sedang sakit, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menghindari kontak dekat dengan orang bergejala.
"Menjaga pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci. Konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan cukup beristirahat," kata Surya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Medan juga menyatakan belum menerima laporan kasus Super Flu maupun Flu Singapura.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Zulhilminil Amani Hasibuan, menyebut belum ada surat edaran resmi dari Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara terkait kedua isu tersebut.