BATU BARA – Kekhawatiran orang tua di Kabupaten Batu Bara merambah ke berbagai wilayah setelah informasi mengenai dugaan peredaran jajanan berbahaya yang mengincar anak-anak sekolah mulai menyebar luas.
Produk tersebut diduga tidak memiliki izin edar resmi, tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa, serta asal-usul distribusinya belum dapat dipastikan.
Beberapa orang tua mengaku anak mereka mengalami gangguan kesehatan seperti mual, sakit perut, hingga muntah setelah mengonsumsi jajanan yang dibeli di sekitar lingkungan sekolah maupun di warung warung.
Baca Juga: Aktivis Nasional Berangkat ke Pekanbaru, Dampingi Korban TPPO Anak Muda di Riau Kondisi ini memicu kepanikan dan mendorong desakan keras agar pihak berwenang segera melakukan razia serta penertiban terhadap pedagang dan distributor yang diduga menjual pangan tidak layak konsumsi.
Kekhawatiran semakin meningkat setelah dugaan adanya penggunaan bahan tidak sesuai standar, seperti pewarna tekstil, pemanis buatan berlebih, hingga bahan pengawet nonpangan.
Hal ini membuat jajanan tersebut tidak hanya ilegal, tetapi juga berpotensi memberikan dampak buruk bagi kesehatan anak dalam jangka panjang.
"Ini sudah sangat bahaya, anak-anak kita jadi korban. Kami mengharapkan razia menyeluruh di sekitar sekolah-sekolah dan warung-warung yang menjual produk tidak jelas asalnya," tegas salah satu orang tua murid saat dihubungi.
Fenomena ini juga menimbulkan kritik terkait lemahnya pengawasan serta kurangnya edukasi mengenai makanan aman bagi anak-anak.
Pemerhati kesehatan masyarakat menilai, jajanan tanpa label resmi yang beredar bebas merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang generasi muda.
Instansi terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara, Dinas Pendidikan, dan aparat penegak hukum segera didesak untuk turun tangan.
Langkah-langkah seperti razia, pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium, hingga penindakan terhadap distributor ilegal dinilai wajib dilakukan sebagai upaya pencegahan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih selektif dalam memberikan bekal makanan serta mengedukasi anak agar tidak sembarang membeli jajanan yang belum jelas komposisi dan keamanannya.