BANDUNG – Seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi virus influenza A H3N2 subclade K, atau yang kini populer disebut "super flu".
Rumah sakit ini sebelumnya telah menangani sepuluh pasien dengan gejala serupa.
Pihak RSHS menegaskan, belum bisa memastikan secara langsung apakah kematian pasien tersebut murni akibat super flu atau dipengaruhi oleh kondisi medis lain.
Baca Juga: Sekolah Online Kembali Jadi Pertanyaan Publik, Ini Kata Kemenkes soal ‘Super Flu’ Pasien diketahui memiliki riwayat komorbid serius, termasuk stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal.
"Pasien yang masuk ruang intensif memang meninggal karena kondisi komorbid yang kompleks. Tidak bisa dikatakan hanya virus influenza yang menyebabkan kematian," jelas dr. Yovita Hartantri dari Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS.
Dokter spesialis paru, dr. Erlang Samoedro, SpP(K), menambahkan, infeksi influenza dapat memicu inflamasi yang memperburuk kondisi komorbid pasien.
"Influenza bisa berakibat fatal pada orang dengan komorbid. Virus ini merusak pertahanan tubuh dan memicu kambuhnya penyakit bawaan yang sebelumnya stabil," ujarnya,Jumat (9/1/2026).
Kelompok rentan lain yang perlu mendapat perhatian khusus adalah anak-anak dan lansia.
Anak-anak karena sistem imun yang belum matang, sedangkan lansia karena penurunan imun seiring usia, biasanya juga disertai komorbid.
Untuk mencegah risiko berat akibat super flu, masyarakat disarankan menggunakan masker, menghindari kerumunan saat sakit, tinggal di rumah jika terinfeksi, serta menjaga pola makan dengan buah dan sayur.
Vaksinasi influenza, meski strain baru, tetap dianjurkan karena dapat mencegah komplikasi berat bila terinfeksi.*
(d/dh)