TEBING TINGGI– Sebuah video yang viral di media sosial menampilkan seorang wanita mengaku ditolak layanan di RSUD Dr Kumpulan Pane, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, karena ruang rawat penuh.
Video itu menimbulkan kekhawatiran publik tentang pelayanan rumah sakit daerah.
Dalam rekaman, wanita tersebut terlihat menemani orang tuanya yang tengah sakit di dalam ambulans.
Baca Juga: Wabup Syafrizal Hadiri Pelantikan Pengurus Daerah PGM Batu Bara Periode 2025–2030 Ia mengaku ditolak oleh RSUD Dr Kumpulan Pane dan rumah sakit lain karena kamar penuh.
"Ginilah Pak, kami ditolak, di Bhayangkari pun ditolak, di sini pun nggak dikasih, katanya ruangannya penuh, saya orang yang nggak punya Pak," ujarnya.
Direktur RSUD Dr Kumpulan Pane, Lili Marliana, menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak menolak pasien.
Ruangan memang penuh sehingga dokter menawarkan dua opsi: dirawat sementara di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sambil menunggu kamar tersedia, atau dirujuk ke rumah sakit terdekat yang memiliki kamar.
"Dokter kita menyampaikan 2 opsi tadi, yang pertama dirawat di IGD dulu sambil nunggu kamar tersedia, yang kedua bisa langsung ke RS sekitar jika tidak bersedia menunggu," kata Lili melalui pesan singkat.
Keluarga pasien kemudian menghubungi RS Pamela, namun kamar di sana juga penuh.
Akhirnya, pasien dibawa ke RS Chevani yang memiliki kamar tersedia.
Lili menambahkan, pihak rumah sakit selalu mengutamakan keselamatan pasien dan menyalurkan perawatan sesuai kapasitas yang ada.
Kasus ini memunculkan diskusi tentang keterbatasan kapasitas rumah sakit di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, terutama untuk pasien dengan penyakit komplikasi.